Vierra

Vierra merupakan sebuah grup band musik asal Jakarta, Indonesia yang dibentuk pada November 2008. Band ini beranggotakan 4 orang yaitu Kevin Aprilio (piano/keyboard), Widy Soediro Nichlany (vokal), Raka Cyril Damar (gitar), dan Satryanda Widjanarko (drum). Pada saat tampil mereka menggunakan bantuan seorang bassist tambahan bernama Deryansha Azhary. Genre musik Vierra dapat dikategorikan sebagai powerpop dan pop rock. Sampai saat ini mereka telah merilis 2 buah album yaitu My First Love (2009). dan Love, Love and Love (2011).

Bagi para penggemar Vierra, mereka memiliki sebuah komunitas fans club bernama Vierrania yang dibentuk pada Maret 2009.

2008:Pembentukan

Pertemanan keempat personel Vierra bearawal dari pertemuan mereka di situs jejaring sosial Friendster. Pada awalnya, Kevin berniat mengajak Tryan yang sudah ia kenal lebih dulu untuk membentuk sebuah band. Tryan kemudian mengenalkan Kevin kepada Raka untuk mengisi posisi gitar. Setelah itu mereka bertiga sepakat untuk membentuk sebuah band. Lalu, masih didalam Friendster, Raka memperkenalkan Widy kepada Kevin dan Tryan untuk mengisi posisi sebagai vokalis. Kevin yang merasa karakter vokal Widy cocok dengan konsep musiknya, lalu menerimanya sebagai vokalis.

Pada awalnya Kevin mengusulkan nama “Andante” sebgai nama band mereka. Namun merasa kurang cocok dengan nama tersebut, Tryan lalu mengajukan nama “Vierra” yang berarti “empat”. Vierra pun resmi terbentuk pada bulan November 2008

2009: My First Love

Pada akhir Februari 2009, Vierra merilis album perdana mereka berjudul My First Love. Kevin mengatakan judul My First Love cukup menggambarkan bahwa “album ini memang benar-benar seperti remaja yang pertama kali jatuh cinta. Begitu polos.”

Sebagai single pertama, mereka merilis “Dengarkan Curhatku” pada Maret 2009. “Dengarkan Curahtku” dengan cukup cepat berhasil menduduki peringkat 5 besar di chart Dahsyat, MTV Ampuh, Derings, dan Inbox. Hal ini membuat nama Vierra langsung melambung di industri musik major Indonesia. Setelah Dengarkan Curhatku, Vierra juga merilis 5 lagu lain sebagai single yaitu: Bersamamu, Perih, Rasa Ini, Jadi Yang Kuinginkan, dan Seandainya.

Pada bulan Juli 2010, Vierra mengadakan sebuah kuis berjudul Seandainya Aku Liburan Bareng Vierra Ke Bali dengan hadiah berkunjung ke Bali bersama Vierra dan untuk menyumbangkan suara ke dalam beberapa lagu terbaru Vierra dalam album kedua mereka.

My First Love selain berhasil melambungkan nama Vierra, juga berhasil mencapai angka penjualan RBT sebanyak 9 juta dan mendapatkan penghargaan multiplatinum.

Walau penjualan fisik album pertama My First Loveterbilang seret–hanya sekitar 80 ribu kopi–label rekaman menghadiahi mereka proyek album kedua. Sesuatu yang berharga bagi band manapun, termasuk Vierra, karena album bukti eksistensi bermusik.

“Idealnya, kan begitu. Band mengeluarkan album,” kata Kevin Aprilio, motor band.

Proyek last minute

Menjelang akhir 2010, Musica selaku label yang menaungi Vierra meminta agar band segera menyiapkan materi untuk album terbaru, dengan target rilis awal 2011. Menerima tantangan, Vierra yang beranggotakan Widi (vokal), Kevin (kibor), Trian (drum), dan Raka (gitar) segera menyisihkan waktu khusus untuk membuat materi.

Seperti diakui Kevin, Vierra bukan band dengan banyak stok lagu yang “iseng” mereka kerjakan di waktu luang. “Kami terbiasa membuat lagu yang memang untuk dipakai (direkam). Prinsipnya, mending bikin sedikit yang penting terpakai semua,” jelas Kevin. “Jadi sangat dipikirkan dalam membuat lagu itu. Lagunya harus berbeda (satu dan lainnya), tapi masih Vierra,” imbuhnya.

Maka tidak ada cerita Widi dkk memilah-milah lagu stok untuk kemudian disatukan ke dalam album baru. Keseluruhan lagu di album Love Love Love murni materi fresh yang baru dikerjakan setelah mendapat mandat dari Musica.

“Bisa dikatakan ini proyek last minute. Dua bulan kami kumpulkan materi, satu bulan rekaman,” ungkap Kevin, putra sulung musisi kenamaan Addie MS. Hasilnya adalah 15 lagu baru yang kemudian diajukan kepada label.

Waktu pengerjaan yang terbilang singkat untuk sebuah album, yang dikatakan Kevin berpegang pada prinsip idealis-kompromistis. Kuartet ini tidak mengesampingkan kualitas musik, tapi sekaligus masih mendengarkan selera pasar. Sepakat mereka menyebutkan, chemistry di antara personel yang sudah terbangun sebagai faktor yang memengaruhi proses kreatif, sehingga lebih mudah.

“Dua tahunan lebih kami kerja sama-sama. Sudah enak saja,” kesan Widi.

“Pas kumpul di studio, mendengarkan Kevin main piano, aku bersenandung mengikuti. Tahu-tahu (terdengar) enak, bisa jadi satu lagu,” sambungnya memberi contoh.

Tentang cinta yang lebih kompleks

Dari 15 lagu yang diajukan, sebanyak 13 lagu yang masuk ke album Love Love Love. Semuanya bertemakan cinta, seperti tergambar jelas pada judul albumnya. “Cinta yang lebih dewasa. Dulu, kan cuma cinta pertama (My First Love),” kata Widi.

Coba simak lirik singel perdana “Takut” yang berirama mellow: Kutahu kamu bosan/ Kutahu kamu jenuh/ Kutahu kamu tak tahan lagi/ Ini semua salahku/ Ini semua sebabku/ Kutahu kamu tak tahan lagi. Kisah cinta yang lebih kompleks ketimbang “Dengarkan Curhatku” yang menggebu-gebu dan sedikit naif.
“Soal kedewasaan ini terjadi begitu saja. Kami, kan sudah dua tahun lebih tua daripada yang dulu (album pertama),” kata Kevin.

Selain itu, kedewasaan juga tecermin dari musik yang mereka hasilkan. Walau didukung barisan paduan suara dan string section yang dimainkan Henri Lamiri, atmosfer aransemennya lebih terdengar simpel, santai, dengan konsepnya yang lebih ngeband.

“Ada lagu upbeat juga, tapi tetap terdengar slow… santai begitu deh,” lukis Widi. Berbekal materi itu, Vierra berharap kesuksesan RBT album pertama hingga 9 juta pengunduh terulang.
Dengan kedewasaan itu, Vierra tidak takut kehilangan penggemar. Toh penggemar ABG mereka pun bertumbuh dewasa.

“Berdasarkan survei, lagu ‘Takut’ disukai anak-anak kuliah,” beber Kevin. “Kami, kan menggarap tema cintanya sekreatif mungkin dan luas,” imbuhnya. Maka bisa jadi, penggemar Vierra justru semakin bertambah luas juga.

Omong-omong soal penggemar, Vierra salah satu jagoannya dalam mengelola mereka. Ada fan page Vierra di Facebook yang kini jumlah anggotanya hampir mencapai 2,5 juta! Vierrania (komunitas penggemar Vierra) bisa mengetahui segala sesuatu tentang band kesayangan mereka dari sumbernya langsung.

“Awalnya Raka iseng, tapi akhirnya kami maintain dan seriusi. Kami bikin happening di situ. Sekarang bahkan ada brand yang mau beriklan,” cerita Kevin.

Vokal Widi tidak se-“bening” dulu

Satu kritik yang sering menghampiri Vierra di awal kemunculannya, vokal Widi yang kelewat “bening” sebagai vokalis band. Dara bertubuh semampai tidak menampik, itu benar merupakan kelemahannya.

“Aku sama sekali tidak punya basic menyanyi ketika bergabung di Vierra. Jadi benar-benar pure vokalku dulu,” aku Widi.

“Tapi di album ini aku merasa ada perubahan pada vokalku. Lebih serak, tidak setipis dan sekecil di album pertama.”

Ya, hebatnya Widi tidak gentar untuk menyanyi live setiap kali ada kesempatan, baik di panggung televisi maupun off air. Alhasil, vokalnya semakin terlatih.

“Sering dipakai, kan pasti makin bagus. Aku seperti menemukan bentuk suaraku yang semakin berkarakter,” Widi berceloteh riang.

Perkembangan yang positif itu sejalan dengan tujuan Vierra yang ingin mendapatkan respek dulu di musik, alih-alih memanfaatkan kesempatan demi mengejar materi.

2011: Love, Love & Love

Setelah menuai kesuksesan album perdana mereka, Vierra resmi merilis album kedua mereka berjudul Love, Love and Love pada 14 Februari 2011 memanfaatkan momentum valentine. Pada album ini terlihat sedikit perbedaan dari segi lirik, dimana setiap lagu dalam album ini merupakan pengalaman setiap personel Vierra dan setiap lagunya sedikit terdengar lebih dewasa.

Dari album ini Vierra telah merilis 2 buah single yaitu Takut dan Terlalu Lama


Aprilio Story

Aprilio Story adalah sebuah proyek yang diproduseri oleh keyboardist Kevin Aprilio. Aprilio Story terdiri dari dua orang kakak-beradik Abi dan Adri yang mengusung genre musik pop dan emo rock.

Penghargaan

Tahun Asosiasi Kategori Nominasi Status
2010 Dahsyatnya Award 2010 Artis Pendatang Baru Terdahsyat Vierra  Menang
Video Klip Terdahsyat Dengarkan Curhatku  Nominasi
Sutradara Video Klip Terdahsyat Abimael Gandhi pada Dengarkan Curhatku  Nominasi

Sumber, Wikipedia
               Facebook
               Kapan Lagi.com
               OkeZone.com 
               jefri19.student.umm.ac.id

Perihal kevinsero
y

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: