Chester Floyd Carlson – Pencipta Mesin Fotokopi

Chester Floyd Carlson (1906-1968) adalah ahli fisika Amerika serikat, penemu xerografi, ahli hukum, jutawan besar. Ia lahir di Seattle, Washington, pada tanggal 8 Februari 1906 dan maninggal di New York City pada tanggal 19 September 1968 pada umur 62 tahun. Sejak kecil ia sudah tertarik kepada seni grafik. Pada umur 14 tahun ia harus mancari nafkah untuk dirinya sendiri dan untuk kedua orang tuanya yang cacat. Namun ia tidak meninggalkan bangku sekolah. Pagi ia bersekolah. Habis sekolah ia bekerja di sebuah percetakan.


Dengan uang tabungannya ia mampu mambeli mesin cetak bekas. Kemudian ia menerbitkan majalah untuk para penggemar ilmu kimia. Ia mendapat keuntungan yang cukup lumayan hingga dapat melanjutkan studinya ke institut Teknologi California dan berhasil mendapat gelar. Ia lulus pada tahun 1930 pada umur 24 tahun. Kemudian ia bekerja pada perusahaan Telepon Bell.

Pada musim gugur 1934, Carlson menikah Elsa von Mallon, yang telah bertemu di sebuah pesta YWCA di New York City. Carlson menggambarkan pernikahan sebagai “periode bahagia diselingi dengan lolos sporadis.”  Mereka bercerai pada 1945.
Carlson menikah istri keduanya, Dorris Helen Hudgins, sedangkan negosiasi antara Battelle dan haloid sedang berjalan.



Tak lama kemudian ia pindah kerja ke perusahaan elektronik di New York. Ia mendapat kedudukan di Departemen paten. Disini ia merasa betapa sulitnya mendapatXerografikan foto kopi gambar penemuan-penemuan yang akan di patenkan. Pada waktu itu memang sudah ada mesin foto kopi, yang di sebut foto kopi panas dan foto kopi kimia. Tapi kedua macam foto kopi itu mahal ongkosnya, kurang baik mutunya, dan tidak begitu praktis. Maka pada tahun 1934 Carlson mulai mambuat mesin foto kopi jenis lain, ialah foto kopi elektrostatik. Empat tahun kemudian pembuatan foto kopi itu selesai. Tetapi baru tahun 1940 ia memperoleh paten. Proses mengkopi yang kering dan elektrostatik itu kemudian di sebut xerografi. Xero artinya kering.


Kemudian ia menawarkan penemuanya kepada beberapa perusahaan. Tapi tidak ada perusahaan yang mau mengembangkan dan memproduksi mesin foto kopi jenis baru itu. Empat tahun lamanya Carlson berusaha keras. Selama itu ia di tolak 20 perusahaan.pada tahun 1944 ia berhasil meyakinkan Battelle Memorial Institute, sebuah organisasi riset industri yang tidak mencari keuntungan. Organisasi itu mau mengembangkan penemuan Carlson. Tiga tahun kemudian sebuah perusahaan kecil mau memproduksinya. Mesin foto kopi buatan Carlson laku keras. Perusahaan kecil itu kemudian bernama Xerox Corporation. Dalam waktu singkat Carlson jadi maha jutawan. Setelah tahu bahwa mesin foto kopi buatan Carlson sangat laku, 50 perusahaan berebut minta diperbolehkan ikut memproduksinya.

Untuk mengetahui Chester Carlson adalah seperti dia, mencintai dia, dan untuk menghormatinya. Ia umumnya dikenal sebagai penemu xerografi, dan meskipun itu adalah prestasi luar biasa di bidang teknologi dan ilmiah, saya menghormatinya lebih sebagai seorang yang tinggi perawakannya moral yang luar biasa dan sebagai seorang humanis. Perhatiannya terhadap masa depan situasi manusia adalah asli, dan dedikasi terhadap prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa sangat mendalam. Ia termasuk yang langka dari para pemimpin yang menghasilkan iman di hati kita dalam manusia dan berharap untuk masa depan.

-U Thant, sekretaris jenderal, PBB, di Xerox upacara peringatan untuk Chester Carlson





Sumber, Buku 50 Tokoh Penemu
            Wikipedia

Iklan

Perihal kevinsero
y

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: