Angel – Cherry Belle

Margareth Angelina lahir di Jakarta pada tanggal 5 Oktober 1990. Angel merupakan salah satu personil  Cherry Belle yang tertua dan merupakan wakil pemimpin dari Girl Band Cherrybelle. Angel juga hobi menari (Dance) sebuah hobbi yang berhasil membawanya menjadi salah satu personil Cherry belle, Girlband yang saat ini sudah dikenal luas masyarakat indonesia. Percayakah anda, bahwa anak sulung dari dua bersaudara ini sebelumnya adalah seorang guru les untuk anak-anak sekolah.

Meski Angel dibilang lemot, Angel merupakan lead dancer dalam grup Cherry Belle. Angel biasanya di panggil Bokus atau “BOLU KUKUS”. Tinggi badannya 158 cm dan beratnya 42 kg. Angel beragama Kristen.


Selain hobi ngedance dan bermain game Angel juga suka membaca novel dan komik, lead dancer Girl band Cherry belle ini menyukai warna putih, pink dan hitam sebagai warna avoritenya. Tak hanya itu penyuka nasi goreng ini juga memiliki tokoh idola yaitu Doraemon dan Hello Kitty. Dalam waktu luangnya, Angel biasanya main sama kucing, browsing, nonton dvd, jalan-jalan, makan, dan yang terpenting nyalon


Angel merupakan seorang mahasiswi jurusan akuntansi di Universitas Tarumanegara angkatan 2008. Awalnya pada bulan Desember 2010, ia mengikuti seleksi pemilihan anggota Cherry Belle, dan pada bulan Februari 2011 ia terpilih bersama 8 kontestan lainnya dari 400 calon.
Nama Angel Cherry Belle mulai terkenal ketika ia menjadi salah satu personil girlband cherry belle dan membintangi serial ftv berjudul Happy 21. Memiliki paras oriental membuat angel cherry belle begitu mempesona. Belum lagi keindahan mata dan pesona keindahan bibirnya membuat angel cherry belle sangat digila-gilai oleh para lelaki.

Angel juga sudah terbiasa rutin mengikuti latihan dance, sehingga saat menjadi personil Cherrybelle, dia sudah tidak canggung lagi menari. Selain menari, Angel yang suka warna pink ini juga punya kebiasaan bersenandung dalam keadaan apapun.

Logat bicaranya yang lucu sering menjadi bahan ledekan kawan-kawan Chibi lainnya. Angel juga mempunyai kebiasaan tidur bila sudah di dekat bantal dan guling. Dia bisa tidur dalam keadaan apapun, meski harus berdesak-desakan.

Sebutan bagi para fans angel yaitu Angelous atau ada juga yang menyebutnya dengan My Angel. Jadwal manggung Cherrybelle yang padat tidak menjadi halangan baginya untuk menjalani rutinitas kuliahnya. “Kalau aku ada kuliah yang gak bisa diganti sih. Tapi udah kasih surat ijin sih ke kampus, mudah-mudahan diterima ijinnya,”

Sebuah akun twitter bernama @AgamaChibi menjadi pembicaraan. Akun yang mengaku fans berat girlband yang sedang naik daun, Cherry Belle ini mengklaim bahwa Cherry Belle adalah sebuah agama, bahkan sebagai Tuhan. “Kita punya Tuhan sendiri. Tuhan cuma satu, dan makanya kami gak mikirin isu yang begituan,” sambung Angel.   

“Iya kita sih berharap semoga Twibi gak pernah bosan sama kita, semoga yang suka sama kita juga makin banyak. Kita ingin terus bisa berinovasi dan tetap rendah hati,” ungkap Angel

Haters adalah orang yang belum tau bagaimana mencintai Chibi. Ada cerita lucu nih soal Angel Chibi yang diejek sama haters. ‘Eh lo itu dari neraka ya?’ Dengan riangnya Angel menjawab, “Bukan. Saya dari Jakarta, bukan dari neraka.” Begitu mendengar jawaban Angel, orang-orang yang tadinya mengejek, berbalik mengerubungi dia dan bilang ‘Ha ha ha, Angel Chibi lucuuu’. Yang tadinya membenci Angel, jadi pada seneng sama dia.

Kalo ada cewek yang sering jadi bahan becandaan teman-temannya, Angel-lah orangnya. Mukanya dibilang mirip Barbie dan cara ngomongnya lucu. Tapi jangan coba-coba mention pencinta Won Bin dan Rain ini di Twitter dengan huruf kapital. Itu bakal merusak mood-nya. “Aku kesel kalau baca tulisan huruf kapital semua.” Cowok idaman Angel yaitu cowok perfect kayak Jaejoong. Penyuka Doraemon ini gak suka tuh sama cowok posesif.

Sebutan bagi para fans Angel yaitu Angelous atau ada juga yang menyebutnya dengan My Angel.

Enhanced by Zemanta

Ray Tomlinson – Pencetus E-Mail

Raymond Samuel Tomlinson lahir di Amsterdam, New York tahun 1941, tapi keluarganya segera pindah ke desa, kecil hukum di Vail Mills, New York. Dia masuk Sekolah Broadalbin Tengah di Broadalbin dekat, New York. Kemudian ia menghadiri Rensselaer Polytechnic Institute di Troy, New York di mana ia berpartisipasi dalam program co-op dengan IBM. Ia menerima gelar Bachelor of Science di bidang teknik listrik dari RPI pada tahun 1963.

Setelah lulus dari RPI, ia masuk ke Massachusetts Institute of Technology untuk melanjutkan pendidikan teknik elektro nya. Di MIT, Tomlinson bekerja di Grup Komunikasi Pidato dan mengembangkan synthesizer analog-digital pidato hybrid sebagai subyek tesis Master-nya. Dia menerima S.M. di bidang Teknik Elektro pada tahun 1965.

Kami sedang bekerja cara-cara di mana manusia dan komputer dapat berinteraksi ,” katanya pada NPR Guy Raz. Tapi sebalinya, Tomlison mulai bermain-main dengan berinteraksi antara rekan jauh yang tidak menjawab teleponnya. Dia akhirmya menemukan cara untuk mengirim pesan tersebut dari satu komputer ke komputer yang lainnya. Dan menciptakan sistem yang dinamai E-mail.

Pada tahun 1967 ia bergabung dengan perusahaan teknologi Bolt, Beranek dan Newman, sekarang BBN Technologies, di mana dia membantu mengembangkan sistem operasi TENEX termasuk ARPANET Network Control Protocol dan implementasi TELNET. Dia menulis sebuah program transfer file yang disebut CPYNET untuk mentransfer file melalui ARPANET.

Tomlinson diminta untuk mengubah sebuah program yang disebut SNDMSG, yang mengirim pesan ke pengguna lain dari komputer time-sharing, untuk dijalankan pada TENEX. Dia menambahkan kode ia mengambil dari CPYNET ke SNDMSG sehingga pesan dapat dikirim ke pengguna pada komputer lain – email pertama.

Dikreditkan dengan inventing surat jaringan elektronik, Tomlinson adalah orang yang menempatkan tanda @ dalam e-mail.

Pada tahun 1971 dia adalah seorang insinyur untuk Bolt Beranek dan Newman, yang telah memenangkan kontrak untuk membuat ARPANET, jaringan komunikasi yang akan memungkinkan para ilmuwan dan peneliti untuk berbagi fasilitas komputer masing-masing.

Sementara menyelidiki cara-cara untuk menggunakan jaringan, ia menggagasakan suatu aplikasi untuk menggabungkan program intra-mesin pesan dengan program lain yang dikembangkan untuk mentransfer file antara komputer yang berjauhan pada jaringan ARPANET. Apa yang dia selanjutnya jamin tempatnya dalam sejarah komunikasi: Dia memilih tanda @ untuk menghubungkan nama pengguna dengan alamat 
tujuan.

ray-tomlinson-first-email-at-sign_large
ray-tomlinson-first-email-at-sign_large (Photo credit: whlwcl)

Email pertama Tomlinson yang dikirimnya adalah tes e-mail. Sayangnya, Tomlinson tidak ingat apa yang ada di e-mail itu pertama. E-mail ini tidak disimpannya dan Tomlinson menggambarkannya sebagai pesan yang tidak penting, sesuatu seperti ” QWERTYUIOP “. Ini biasanya adalah kata yang sering diketik atau dikutip “pada e-mail pertama yaitu QWERTYUIOP “.Tomlinson kemudian berkomentar bahwa “pesan tes adalah sepenuhnya dilupakan dan aku punya, karena itu, kulupakan mereka.” Pesan tes yang dikirim ke dirinya sering hanya omong kosong – string karakter atau beberapa frase dari Gettysburg Address. “E-mail pertama adalah benar-benar dilupakan,” katanya. “Dan, karena itu, lupa.”

Dengan cara penemuannya, Tomlinson juga bertanggung jawab atas ketinggian tanda @ dari simbol ke ikon. Untuk mengirim pesan antar komputer yang berbeda, ia membutuhkan cara untuk memisahkan nama-nama pengirim dan penerima dari nama mesin mereka. Tanda @ hanya masuk akal, itu tidak umum digunakan dalam menghitung waktu itu, sehingga tidak akan ada terlalu banyak kebingungan. Simbol ternyata alamat e-mail ke frase, artinya “pengguna ‘pada’ host,” jelas Tomlinson. “Ini adalah preposisi hanya pada keyboard.”

Saat ini, lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia jenis yang @ menandatangani setiap hari. Tomlinson mengatakan bahwa kembali pada tahun 1971, dia memiliki beberapa ide tentang dampak penemuan akan memiliki.

Program surel pertama dan yang masuk salah satu program surel terbesar yang biasa digunakan oleh publik adalah Eudora. Dan surel yang di tulis oleh Steve Dorner ini rilis pada tahun 1988. Waktu itu ia masih berstatus pegawai di University of Illinois.

Nama Eudora sendiri diambil dari nama seorang penulis dari Amerika Eudora Welty. Awalnya Eudora menjadi klien surel pertama yang dapat diakses secara gratis oleh siapa pun, kemudian dibeli oleh Quallcom pada tahun 1994, dan dijadikan produk profesional.

Tak terduga pada awal ARPANET, penciptaan Tomlinson yaitu e-mail menjadi aplikasi internet masa depan
yang paling populer.

Penghargaan

  • Pada tahun 2000 ia menerima George R. Stibitz Komputer Pioneer Award dari Museum Komputer Amerika (dengan Ilmu Komputer Departemen Montana State University). 
  • Pada tahun 2001 ia menerima Penghargaan Webby dari International Academy of Digital Arts and Sciences untuk pencapaian seumur hidup. Juga pada tahun 2001 ia dilantik ke Rensselaer Alumni Hall of Fame. 
  • Pada tahun 2002 Discover Magazine diberikan kepadanya Penghargaan Inovasi nya. 
  • Pada tahun 2004, ia menerima Penghargaan Internet IEEE bersama dengan Dave Crocker. 
  • Pada tahun 2009, ia bersama dengan Martin Cooper dianugerahi Prince of Asturias penghargaan untuk penelitian ilmiah dan teknis. 
  • Pada tahun 2011, ia terdaftar di # 4 pada daftar MIT150 dari 150 inovator atas dan ide-ide dari MIT. 
  • Pada 2012, Tomlinson telah dilantik ke dalam Hall of Fame internet oleh Internet Society.

Penemu e-mail , Ray Tomlinson, yang menurut banyak kalangan termasuk pencapaian penting dan revolusioner dalam teknologi informasi. Dia layak menjadi 50 tokoh yang berpengaruh dalam dunia Informatika karena dia yang memilih simbol @ sebagai penanda alamat surat elektronik, dibelakang nama si pengirim atau penerima pesan, bahkan kini pengunaan e-mail sudah menjadi sarana komunikasi global yang paling murah.

“Apa yang tidak saya bayangkan adalah seberapa cepat itu akan terjadi.” 

Enhanced by Zemanta

Jokowi – Memang Berjiwa Pemimpin

Ir. H. Joko Widodo lahir di Surakarta, 21 Juni 1961, lebih dikenal dengan sapaann Jokowi. Beliau merupakan adalah Wali Kota terbaik serta sebagai gubernur DKI Jakarta. Dalam masa jabatannya di Solo, ia diwakili F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil walikota. Dia dicalonkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Jokowi meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985. Ketika mencalonkan diri sebagai walikota Solo, banyak yang meragukan kemampuan pria yang berprofesi sebagai pedagang mebel rumah dan taman ini; bahkan hingga saat ia terpilih. Namun setahun setelah ia memimpin, banyak gebrakan progresif dilakukan olehnya. Ia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya.

Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui slogan Kota Solo yaitu “Solo: The Spirit of Java”. Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya.

Beliau mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran.

Berkat kerja kerasnya dalam merubah kota solo, Jokowi terpilih menjadi salah satu dari “10 Tokoh 2008″ oleh Majalah Tempo.

Karier, Pengharhaan dan Pendidikan

Pendidikan:
  • SDN 111 Tirtoyoso Solo
  • SMPN 1 Solo
  • SMAN 6 Solo
  • Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta lulusan 1985
Karir:
  • Pendiri Koperasi Pengembangan Industri Kecil Solo (1990)
  • Ketua Bidang Pertambangan & Energi Kamar Dagang dan Industri Surakarta (1992-1996)
  • Ketua Asosiasi Permebelan dan Industri Kerajinan Indonesia Surakarta (2002-2007)
Penghargaan:
  • Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari “10 Tokoh 2008″
  • Menjadi walikota terbaik tahun 2009
  • Pak Joko Widodo jg meraih penghargaan Bung Hatta Award, atas kepemimpinan dan kinerja beliau selama membangun dan memimpin kota Solo.
  • Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Award
Selain itu, berkat kepemimpinan beliau (dan tentunya semua pihak yg membantu), kota Solo jg banyak meraih penghargaan, di antaranya
  • Kota Pro-Investasi dari Badan Penanaman Modal Daerah Jawa Tengah
  • Kota Layak Anak dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan
  • Wahana Nugraha dari Departemen Perhubungan
  • Sanitasi dan Penataan Permukiman Kumuh dari Departemen Pekerjaan Umum
  • Kota dengan Tata Ruang Terbaik ke-2 di Indonesia


Nama Saya Jokowi

“Jokowi itu pemberian nama dari buyer saya dari Prancis,” begitu kata Wali Kota Solo, Joko Widodo, saat ditanya dari mana muncul nama Jokowi. Kata dia, begitu banyak nama dengan nama depan Joko yang jadi eksportir mebel kayu. Pembeli dari luar bingung untuk membedakan, Joko yang ini apa Joko yang itu. Makanya, dia terus diberi nama khusus, ‘Jokowi’. Panggilan itu kemudian melekat sampai sekarang. Di kartu nama yang dia berikan tertulis, Jokowi, Wali Kota Solo. Belakangan dia mengecek, di Solo yang namanya persis Joko Widodo ada 16 orang.
Saat ini, Jokowi menjabat untuk periode kedua. Kemenangan mutlak diperoleh saat pemilihan wali kota tahun lalu. Nama Jokowi kini tidak hanya populer, tapi kepribadiannya juga disukai masyarakat. Setidaknya, ketika pergi ke pasar-pasar, para pedagang beramai-ramai memanggilnya, atau paling tidak berbisik pada orang sebelahnya, “Eh..itu Pak Joko.”
Bagaimana ceritanya sehingga dia bisa dicintai masyarakat Solo? Kebijakan apa saja yang telah membuat rakyatnya senang? Mengapa pula dia harus menginjak pegawainya? Berikut wawancara wartawan Republika, Ditto Pappilanda, dengan Jokowi dalam kebersamaannya sepanjang setengah hari di seputaran Solo.

Sikap apa yang Anda bawa dalam menjalankan karier sebagai birokrat?
Secara prinsip, saya hanya bekerja untuk rakyat. Hanya itu, simpel. Saya enggak berpikir macam-macam, wong enggak bisa apa-apa. Mau dinilai tidak baik, silakan, mau dinilai baik, ya silakan. Saya kan tugasnya hanya bekerja. Enggak ada kemauan macam-macam. Enggak punya target apa-apa. Bekerja. Begitu saja.

Bener, saya tidak muluk-muluk dan sebenarnya yang kita jalankan pun semua orang bisa ngerjain. Hanya, mau enggak. Punya niat enggak. Itu saja. Enggak usah tinggi-tinggi. Sederhana sekali.
Contoh, lima tahun yang lalu, pelayanan KTP kita di kecamatan semrawut. KTP bisa dua minggu, bisa tiga minggu selesai. Tidak ada waktu yang jelas. Bergantung pada yang meminta, seminggu bisa, dua minggu bisa. Tapi, dengan memperbaiki sistem, apa pun akan bisa berubah. Menyiapkan sistem, kemudian melaksanakan sistem itu, dan kalau ada yang enggak mau melaksanakan sistem, ya, saya injak.

Awalnya reaksi internal bagaimana?
Ya biasa, resistensi setahun di depan, tapi setelah itu, ya, biasa saja. Semuanya kalau sudah biasa, ya semuanya senang. Ya, kita mengerti itu masalah kue, ternyata ya juga bisa dilakukan.

Untuk mengubah sistem proses KTP itu, tiga lurah saya copot, satu camat saya copot. Saat itu, ketika rapat diikuti 51 lurah, ada tiga lurah yang kelihatan tidak niat. Enggak mungkin satu jam, pak, paling tiga hari, kata mereka. Besoknya lurah itu tidak menjabat. Kalau saya, gitu saja. Rapat lima camat lagi, ada satu camat, sulit pak, karena harus entri data. Wah ini sama, lah. Ya, sudah.
Nyatanya, setelah mereka hilang, sistemnya bisa jalan. Seluruh kecamatan sekarang sudah seperti bank. Tidak ada lagi sekat antara masyarakat dan pegawai, terbuka semua. Satu jam juga sudah jadi. Rupiah yang harus dibayar sesuai perda, Rp 5.000.

Anda juga punya pengalaman menarik dalam penanganan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kemudian banyak menjadi rujukan?
Iya. Sekarang banyak daerah-daerah ke sini, mau mengubah mindset. Oh ternyata penanganan (PKL) bisa tanpa berantem. Memang tidak mudah. Pengalaman kami waktu itu adalah memindahkan PKL di Kecamatan Banjarsari yang sudah dijadikan tempat jualan bahkan juga tempat tinggal selama lebih dari 20 tahun. Kawasan itu sebetulnya kawasan elite, tapi karena menjadi tempat dagang sekaligus tempat tinggal, yang terlihat adalah kekumuhan.

Lima tahun yang lalu, mereka saya undang makan di sini (ruang rapat rumah dinas wali kota). Saya ajak makan siang, saya ajak makan malam. Saya ajak bicara. Sampai 54 kali, saya ajak makan siang, makan malam, seperti ini. Tujuh bulan seperti ini. Akhirnya, mereka mau pindah. Enggak usah di-gebukin.

Mengapa butuh tujuh bulan, mengapa tidak di tiga bulan pertama?
Kita melihat-melihat angin, lah. Kalau Anda lihat, pertama kali mereka saya ajak ke sini, mereka semuanya langsung pasang spanduk. Pokoknya kalau dipindah, akan berjuang sampai titik darah penghabisan, nyiapin bambu runcing. Bahkan, ada yang mengancam membakar balai kota.


Situasi panas itu sampai pertemuan ke berapa?
Masih sampai pertemuan ke-30. Pertemuan 30-50 baru kita berbicara. Mereka butuh apa, mereka ingin apa, mereka khawatir mengenai apa. Dulu, mereka minta sembilan trayek angkot untuk menuju wilayah baru. Kita beri tiga angkutan umum. Jalannya yang sempit, kita perlebar.

Yang sulit itu, mereka meminta jaminan omzet di tempat yang baru sama seperti di tempat yang lama. Wah, bagaimana wali kota disuruh menjamin seperti itu. Jawaban saya, rezeki yang atur di atas, tapi nanti selama empat bulan akan saya iklankan di televisi lokal, di koran lokal, saya pasang spanduk di seluruh penjuru kota. Akhirnya, mereka mau pindah.
Pindahnya mereka saya siapkan 45 truk, saya tunggui dua hari, mereka pindah sendiri-sendiri. Pindahnya mereka dari tempat lama ke tempat baru saya kirab dengan prajurit keraton. Ini yang enggak ada di dunia mana pun. Mereka bawa tumpeng satu per satu sebagai simbol kemakmuran. Artinya, pindahnya senang. Tempat yang lama sudah jadi ruang terbuka hijau kembali.

Omzetnya di tempat yang baru?
Bisa empat kali. Bisa tanya ke sana, jangan tanya saya. Tapi, ya kira-kira ada yang sepuluh kali, ada yang empat kali. Rata-rata empat kali. Ada yang sebulan Rp 300 juta. Itu sudah bukan PKL lagi, geleng-geleng saya.


Bagaimana dengan PKL yang lain?
Setelah yang eks-PKL Banjarsari pindah, tidak sulit meyakinkan yang lain. Cukup pertemuan tiga sampai tujuh kali pertemuan selesai. Sampai saat ini, kita sudah pindahkan 23 titik PKL, tidak ada masalah.

Lha yang repot sekarang ini malah pedagang PKL itu minta direlokasi. Kita yang nggak punya duit. Sampai sekarang ini, masih 38 persen PKL yang belum direlokasi. Jadi, kalau masih melihat PKL di jalan atau trotoar, itu bagian dari 38 persen tadi.

Tampaknya, pemberdayaan pasar menjadi perhatian Anda?
Oiya. Kita sudah merenovasi 34 pasar dan membangun pasar yang baru di tujuh lokasi. Jika dikelola dengan baik, pasar ini mendatangkan pendapatan daerah yang besar.
Dulu, ketika saya masuk, pendapatan dari pasar hanya Rp 7,8 miliar, sekarang Rp 19,2 miliar. Hotel hanya Rp 10 miliar, restoran Rp 5 miliar, parkir Rp 1,8 miliar, advertising Rp 4 miliar. Hasil Rp 19,2 miliar itu hanya dari retribusi harian Rp 2.600. Pedagangnya banyak sekali, kok. Ini yang harus dilihat. Asal manajemennya bagus, enggak rugi kita bangun-bangun pasar. Masyarakat-pedagang terlayani, kita dapat income seperti itu.
Sementara kalau mal, enggak tahu saya, paling bayar IMB saja, kita mau tarik apa? Makanya, mal juga kita batasi. Begitu juga hypermarket kita batasi. Bahkan, minimarket juga saya stop izinnya. Rencananya dulu akan ada 60-80 yang buka, tapi tidak saya izinkan. Sekarang hanya ada belasan.

Tapi, sepertinya Pasar Klewer belum tersentuh ya, kondisinya masih kurang nyaman?
Klewer itu, waduh. Duitnya gede sekali. Kemarin, dihitung investor, Rp 400 miliar. Duit dari mana? Anggaran berapa puluh tahun, kita mau cari jurus apa belum ketemu. Anggaran belanja Solo Rp 780 miliar, tahun ini Rp 1,26 triliun. Tidak mampu kita. Pedagang di Klewer lebih banyak, 3.000-an pedagang, pasarnya juga besar sekali. Di situ, yang Solo banyak, Sukoharjo banyak, Sragen banyak, Jepara ada, Pekalongan ada, Tegal ada. Batik dari mana-mana. Tapi, saya yakin ada jurusnya, hanya belum ketemu aja.


Soal pendidikan, di beberapa daerah sudah banyak dilakukan pendidikan gratis, apakah di Solo juga begitu?
Kita beda. Di sini, kita menerbitkan kartu untuk siswa, ada platinum, gold, dan silver. Mereka yang paling miskin itu memperoleh kartu platinum. Mereka ini gratis semuanya, mulai dari uang pangkal sampai kebutuhan sekolah dan juga biaya operasional. Kemudian, yang gold itu mendapat fasilitas, tapi tak sebanyak platinum. Begitu juga yang silver, hanya dibayari pemkot untuk kebutuhan tertentu.


Itu juga yang diberlakukan untuk kesehatan?
Iya, ada kartu seperti itu, ada gold dan silver. Gold ini untuk mereka yang masuk golongan sangat miskin. Semua gratis, perawatan rawat inap, bahkan cuci darah pun untuk yang gold ini gratis.

Tampaknya, sekarang masyarakat sudah percaya pada Anda, padahal di awal terpilih, banyak yang sangsi?
Yah, satu tahun, lah. Namanya belum dikenal, saya kan bukan potongan wali kota, kurus, jelek. Saya juga enggak pernah muncul di Solo, apalagi bisnis saya 100 persen ekspor. Ada yang sangsi, ya biar saja, sampai sekarang enggak apa-apa. Mau sangsi, mau menilai jelek, terserah orang.


Dulu, apa niat awalnya jadi wali kota?
Enggak ada niat, kecelakaan. Ndak tahu itu. Dulu, pilkada pertama, kita dapat suara 37 persen, menang tipis. Wong saya bukan orang terkenal, kok. Yang lain terkenal semuanya kan, saya enggak. Tapi, kelihatannya masyarakat sudah malas dengan orang terkenal. Mau coba yang enggak terkenal. Coba-coba, jadi saya bilang kecelakaan tadi itu memang betul.


Hal apa yang paling mengesankan selama Anda menjadi wali kota?
Paling mengesankan? Paling mengesankan itu, kalau dulu, kan, wali kota mesti meresmikan hal yang gede-gede. Meresmikan mal terbesar besar misalnya. Tapi, sekarang, gapura, pos ronda, semuanya saya yang buka, kok. Pos ronda minta dibuka wali kota, gapura dibuka wali kota, ya gimana rakyat yang minta, buka aja. Ya, kadang-kadang lucu juga. Tapi kita nikmati.


Apa kesulitan yang paling pertama Anda temui saat menjabat sebagai wali kota?
Masalah aturan. Betul. Kita, kalau di usaha, mencari yang se-simpel mungkin, seefisien mungkin. Tapi, kita di pemerintahan enggak bisa, ada tahapan aturan. Meskipun anggaran ada, aturannya enggak terpenuhi, enggak bisa jalani. Harusnya, bisa kita kerjain dua minggu, harus menunggu dua tahun. Banyak aturan-aturan yang justru membelenggu kita sendiri, terlalu prosedural. Kita ini jadi negara prosedur.


Apa pertimbangannya saat Anda mencalonkan untuk kali kedua?
Sebetulnya, saya enggak mau. Mau balik lagi ke habitat tukang kayu. Saat itu, setiap hari datang berbondong-bondong berbagai kelompok yang mendorong saya maju lagi. Mereka katakan, ini suara rakyat. Saya berpikir, ini benar ndak, apa hanya rekayasa politik. Dua minggu saya cuti, pusing saya mikir itu. Saya pulang, okelah saya survei saja. Saya survei pertama, dapatnya 87 persen. Enggak percaya, saya survei lagi, dapatnya 87 persen lagi.

Setelah survei itu, saya melihat, benar-benar ada keinginan masyarakat. Jadi, yang datang ke saya itu benar. Dan ternyata memang saya dapat hampir 91 persen. Saya lihat ada harapan dan ekspektasi yang terlalu besar. Perhitungan saya 65-70 persen. Hitungan di atas kertas 65:35, atau 60:40, kira-kira.

Ada kekhwatiran tidak, ketika lepas jabatan, semua yang Anda bangun tetap terjaga?
Pertama ada blueprint, ada concept plan kota. Paling tidak, pemimpin baru nanti enggak usah pakai 100 persen, seenggaknya 70 persen. Jangan sampai, sudah SMP, kembali lagi ke TK. Saya punya kewajiban juga untuk menyiapkan dan memberi tahu apa yang harus dilakukan nantinya.


Sumber, http://www.solopos.com
              biografi.rumus.web.id
              wikipedia
              http://www.antaranews.com

Mario Teguh – Sang Motivator

Sis Maryono Teguh atau yang biasa dikenal dengan nama Mario Teguh lahir di Makassar, 5 Maret 1956. Beliau merupakan seorang motivator dan konsultan asal Indonesia.Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang. Mario Teguh sempat bekerja di Citibank, kemudian mendirikan Bussiness Effectiveness Consultant, Exnal Corp. menjabat sebagai CEO (Chief Executive Officer) dan Senior Consultan. Beliau juga membentuk komunnitas Mario Teguh Super Club (MTSC).

Tahun 2010 kembali meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai Motivator dengan Facebook Fans terbesar di dunia.

Mario Teguh Golden Ways

Di awal tahun 2010, Beliau terpilih sebagai satu dari 8 Tokoh Perubahan 2009 versi Republika surat kabar yang terbit di Jakarta.

Sebelumnya Beliau membawakan acara bertajuk Business Art di O’Channel. Kemudian namanya semakin dikenal luas oleh masyarakat ketika ia membawakan acara Mario Teguh Golden Ways di Metro TV. Pada saat ini Mario Teguh dikenal sebagai salah satu motivator termahal di Indonesia.

Di tahun 2003 mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai penyelenggara seminar berhadiah mobil pertama di Indonesia.
Video Super Mario Teguh Golden Ways

PENDIDIKAN Mario Teguh

  1. Jurusan Arsitektur New Trier West High (setingkat SMA) di Chicago, Amerika Serikat, 1975.
  2. Jurusan Linguistik dan Pendidikan Bahasa Inggris, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang (S-1).
  3. Jurusan International Business, Sophia University, Tokyo, Jepang.
  4. Jurusan Operations Systems, Indiana University, Amerika Serikat, 1983 (MBA).
  5. PENGALAMAN Mario Teguh
  6. Citibank Indonesia (1983 – 1986) as Head of Sales
  7. BSB Bank (1986 – 1989) as Manager Business Development
  8. Aspac Bank (1990 – 1994) as Vice President Marketing & Organization Development
  9. Exnal Corp Jakarta (1994 – present) as CEO, Senior Consultant
  10. Spesialisasi : Business Effectiveness Consultant
  11. BUKU KARANGAN MARIO TEGUH
  12. Becoming a Star (2006)
  13. One Million Second Chances (2006)
  14. Life Changer (2009)
  15. Leadership Golden Ways (2009)
  16. PRESTASI MARIO TEGUH DI TAHUN 2010
  17. * Meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai Motivator dengan Facebook Fans terbesar di dunia.
  18. * Terpilih sebagai satu dari 8 Tokoh Perubahan 2009 versi Republika surat kabar yang terbit di Jakarta.

Pekerjaan
DATA PENGALAMAN KERJA:


  1. * CITIBANK, 1983 – 1986
  2. sEBAGAI: Head of Sales

  3. * BSB BANK, 1986 – 1989
  4. SEBAGAI: Manager business Development

  5. * ASPAC BANK, 1990 – 1994
  6. SEBAGAI: Vice President Marketing & Organization Development

  7. * EXNAL CORP – JAKARTA, 1994 – Sekarang
  8. SEBAGAI: CEO  Senior Consultant 

Sebelumnya Mario Teguh membawakan acara bertajuk Business Art di O’Channel. Kemudian namanya semakin dikenal luas oleh masyarakat ketika ia membawakan acara Mario Teguh Golden Ways di Metro TV. Dan pada saat ini Mario Teguh dikenal sebagai salah satu motivator termahal di Indonesia.

TIPS MARIO TEGUH

Semua keberhasilan dan kegagalan seseorang itu berasal dari masing masing orang tersebut, memulai suatu usaha apapun harus dimulai dari sikap dan cara berpikir kita dalam menanggapi berbagai situasi yang akan ditemui dalam mengarungi kerasnya kehidupan ini. Semua kita ini adalah orang orang yang memiliki kelebihan dan kekurangan, tinggal bagaimana kita mengoptimalkan potensi kelebihan kita dan meminimalkan kekurangan kita, karna keseimbangan ke semua unsur kita adalah kinci sukses yang akan kita raih. Kita bukan harus berhasil, bukan harus sukses, tapi kita harus mencoba untuk sukses tampa kenal lelah dan kata menyerah, kegagalan adalah jenjang untuk sebuah kesuksesan bukan harus ditangisi dan disesali.

Sumber, biografi.rumus.web.id
             www.niamz.com
             Wikipedia

Teguh Karya – Bapak Sutradara Indonesia

Liem Tjoan Hok atau yang akrab dikenal Teguh Karya, Lahir di Pandeglang, Jawa Barat, 22 September 1937. Beliau adalah sutradara film pelanggan piala citra. Dia layak disebut suhu teater Indonesia yang banyak melahirkan sineas-sineas terkemuka. Bagi para seniman ia dianggap sebagai bapak, guru, sekaligus teman.

Setali tiga uang, Teguh pun seakan menjadi abadi sebagai sutradara terbaik spesialis peraih Piala Citra, untuk setiap karya-karya film terbarunya. Dan bersamaan itu, film yang disutradarainya, sering pula terpilih menjadi film terbaik yang dianugerahi Piala Citra.

Film pertama karya Teguh di tahun 1968 adalah film untuk anak-anak. Film serius konsumsi dewasa untuk pertama kali dihasilkannya pada tahun 1971, dan langsung menyabet beberapa penghargaan untuk kategori akting maupun penyutradaraan terbaik.

Karir dalam dunia film dirintisnya saat melakukan tugas praktik penulisan skenario film-film semi dokumenter, pada Perusahaan Film Negara (kini PPFN). Saat itu, mantan anggota Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) periode 1968-1972 ini antara lain berkesempatan bekerja pada sutradara D. Djajakusuma, Nya Abbas Acup, Misbach Yusa Biran, Wim Umboh, dan Asrul Sani, baik itu sebagai penata artistik, pemain, atau asisten sutradara.

Saya biasanya memanggil Teguh dengan nama Steve…

Ketika film layar lebar bermedium pita seluloid meredup sementara waktu di awal tahun 1990-an, untuk digantikan layar kaca yang marak muncul dengan kehadiran stasiun teve baru, Teguh pun sempat mengubah medium seninya. Ia berkesempatan menghasilkan karya film sinema elektronik (sinetron) untuk televisi, seperti Pulang (1987), Arak-Arakan (1992), dan Pakaian dan Kepalsuan (1994).

Ia pertama-tama melakoni seni sebagai pemain drama, antara tahun 1957 hingga 1961. Teguh, yang waktu itu masih menggunakan nama lahir Steve Liem Tjoan Hok, sudah sering tampil di panggung dalam pementasan-pementasan yang diadakan oleh ATNI (Akademi Teater Nasional Indonesia).

Lalu, secara akademis Teguh Karya menyelesaikan pendidikan seni di berbagai perguruan tinggi. Seperti, di Akademi Seni Drama dan Film (Asdrafi) Yogyakarta (tahun 1954-1955), Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI, 1957-1961), kemudian ke luar negeri East West Center Honolulu, Hawai (1962-1963) untuk belajar akting atau art directing. Kemampuan akademis itu kemudian dipadukan dengan pergaulannya yang intens dengan beberapa tokoh teater dan sutradara film legendarias, seperti Usmar Ismail, Asrul Sani, dan D. Djajakusuma yang banyak mempengaruhi proses berkeseniannya. Teguh turut aktif membidani kelahiran Badan Pembina Teater Nasional Indonesia, di tahun 1962.

Sejak tahun 1968, ia mendirikan Teater Populer, yang hingga akhir hayat adalah kebanggaan sekaligus ‘kenderaan’ seni yang tetap difungsikan. Ia mendirikan sanggar seninya di Jalan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang juga rumah kediamannya. Rumah ini disulap menjadi sanggar kreatif para seniman terkemuka di Tanah Air. Melalui Teater Populer, Teguh yang masih menggunakan nama Steve Liem, berkesempatan membentuk dan melahirkan banyak aktor serta aktris kenamaan.

Dari Teater Populer, banyak sineas baru mengikuti jejak Teguh untuk serius menapaki karir di industri perfilman. Tak heran jika Teguh dijuluki pula sebagai ‘Suhu Teater Indonesia’. Di antara pementasan Teater Populer yang mendapat sambutan meriah, adalah Jayaprana, Pernikahan Darah (1971), Inspektur Jenderal, Kopral Woyzeck (1973), dan Perempuan Pilihan Dewa (1974). Banyak kritikus seni menilai, beberapa lakon panggung yang disutradarai Teguh Karya berhasil mencapai puncak eksplorasi.

Walau lahir dengan nama Liem Tjoan Hok, Teguh lebih merasa sebagai orang Banten. Ia memiliki seorang nenek kelahiran Bekasi, namanya Saodah, serta seorang sahabat Mang Dulapa, sais delman yang rutin membawa Teguh pulang pergi ketika masih duduk di bangku SD Pandeglang.

Memasuki bangku SMP, Teguh pindah ke Jakarta, menumpang di rumah Engku Dek pamannya. Anak pertama dari lima bersaudara pedagang kelontong ini kemudian mewarisi kegemaran membaca dari sang paman. Teguh boleh mendapat nilai jelek untuk aljabar dan ilmu ukur, namun untuk pelajaran sejarah, menggambar, dan bahasa ia selalu unggul.

Sepulang dari studi art directing di Hawai, Teguh bekerja sebagai manajer panggung di Hotel Indonesia. Karena itu, Teater Populer yang Teguh lahirkan tahun 1968 dimaksudkan pula untuk mengisi acara-acara di Hotel Indonesia. Jadilah teater pengusung aliran realisme ini, awalnya lebih dikenal sebagai Teater Populer Hotel Indonesia. Pemain pendukungnya sebagian besar adalah mahasiswa ATNI serta para penggiat teater independen.

Identitas kelahiran Teater Popuper, salah satunya, bersemangat menggali sisi keaktoran (kesenimanan) seseorang, untuk kemudian diekspresikan sebagai medium perwujudan sebuah pencapaian artistik tertentu. Teater Populer terlihat sangat ‘akademis’ mengungkapkan gagasan-gagasan teatrikal di atas panggung. Suguhan yang formal-akademis itu untuk mengejawantahkan teori-teori realisme, yang pembawaannya dimulai oleh Usmar Ismail, Asrul Sani, dan D. Djajakusuma saat mendirikan ATNI pada tahun 1950-an. Realisme itulah yang berhasil diserap Teguh saat kuliah di ATNI tahun 1957-1961.

Tentang pilihan hidupnya untuk tak menikah, Anggota Dewan Film Nasional (DFN) penerima Anugerah Seni dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1969), ini menyebutkan, karena di dalam dirinya ada ‘kamar-kamar’ untuk kreativitas, sahabat, negeri, dan kamar untuk lain-lain. Bicara soal perkawinan, kata Teguh, urutan kamarnya belum tentu sama untuk setiap orang. Ia mengaku sewaktu di SMA pernah beberapa kali pacaran, tetapi sang pacar selalu saja tidak tahan karena acapkali ditinggal menghadiri ceramah dan berbagai kegiatan kesenian lainnya.

Teguh Karya, yang sepanjang hayat memilih hidup melajang, menghembuskan nafas terakhir kali di RSAL Mintohardjo, Jakarta Pusat, pada 11 Desember 2001 di usia 64 tahun, setelah terserang stroke menyerang otak bagian memori sejak tahun 1998. Walau hari-hari akhir dihabiskan di atas kursi roda, sesungguhnya stroke tak membuat badannya lumpuh total melainkan otak bagian memorilah yang tak lagi mampu bekerja maksimal, seperti merespon pembicaraan.

Teguh adalah pria yang selalu berpenampilan sederhana, sangat dicintai dan disayangi oleh teman-teman seprofesi, maupun para seniman lain. Bagi para seniman ia dianggap sebagai bapak, guru, sekaligus teman.

Sebelum meninggal dunia, Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, beserta istri Ny. Sinta Nuriyah, berkesempatan mengunjungi Teguh Karya, di rumah kediamannya, Kebon Kacang, Tanah Abang.

Karya-Karyanya

Sejumlah judul film karya Teguh yang berhasil mengangkat nama sutradara dan pemain bintangnya, diantaranya,

  1. Wajah Seorang Laki-Laki (1971), 
  2. Cinta Pertama (1973), 
  3. Ranjang Pengantin (1974),
  4.  Kawin Lari (1975), 
  5. Perkawinan Semusim (1977), 
  6. Badai Pasti Berlalu (1977), 
  7. November 1828 (1979), 
  8. Di Balik Kelambu (1982), 
  9. Secangkir Kopi Pahit (1983), 
  10. Doea Tanda Mata (1984), 
  11. Ibunda (1986), 
  12. Pacar Ketinggalan Kereta (1986).
Sumber, Wikipedia
              Buku- Bindo Erlangga 2006
              TokohIndonesia.com

Jaya Suprana – Orang Sukses Indonesia

Jaya Suprana lahir di kota Denpasar, Bali pada 27 Januari 1949. Pada usia 10 bulan pindah ke Semarang dan dibesarkan dalam kultur kebudayaan Jawa. Dikenal sebagai seorang berkepribadian unik, jenius, kreatif dan memiliki berbagai bakat. Mempunyai hubungan harmonis dengan berbagai tokoh politik, kesenian dan agama.

Jaya Suprana dikenal sebagai pianis, komponis, penulis, public speaker, tv presenter, kartunis, kelirumolog, humorolog, filantropis, pemerhati masalah sosial, budayawan dan pengusaha. Presiden Komisaris Jamu Jago Grup (didirikan tahun 1918), terdiri dari : PT Industri Jamu Jago, PT DG Farm dan CV Rukun yang bergerak dibidang obat-obatan tradisional dan obat-obatan farmasi. Pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), sebuah lembaga pencatat prestasi superlatif bangsa Indonesia (1990). Kumpulan rekor telah dibukukan dalam buku Rekor-Rekor MURI, yang disunting oleh Aylawati Sarwono dan diberi kata sambutan oleh Presiden RI.

Lulus dengan predikat terbaik dibidang pianoforte dari musik Hochschule, Muenster, Jerman pada tahun 1970 dan menjadi orang Asia pertama di Jerman yang diangkat menjadi Kepala Sekolah Musik. Karya musik telah dipergelar di Jerman, Belanda, Polandia, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Singapura, Hongkong, Jepang, Srilangka, Bangladesh, Kenya, Aljazair, Spanyol, Hungaria, Austria dan berbagai siaran radio dan televisi. Kompilasi karya-karya musik Jaya Suprana diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Musik, Jakarta dalam bentuk album “The Complete Works of Jaya Suprana”.

Bersama Aylawati Sarwono, pada tahun 2009 Jaya mendirikan sebuah Lembaga Pendidikan Seni Pertunjukan “Jaya Suprana School of Performing Arts”, yang banyak memberikan kontribusi dan beasiswa untuk mengembangakan seni musik, seni tari, seni teater dan kesenian tradisional dan mendirikan Paguyuban Wayang Orang Indonesia Pusaka yang telah mempergelar lelakon “Banjaran Gatotkaca” di Sydney Opera House (18 Desember 2010) dan di Istana Negara (29 Juli 2011).

Karya kartun telah dimuat di berbagai media cetak dalam dan luar negeri dan dibukukan dengan judul “Koleksi Kartun Jaya Suprana”. Karya tulis telah dibukukan dalam: Ensiklopedi Kelirumologi, Naskah-Naskah Kompas, Pedoman Menuju Tidak Bahagia dan Kelirumologi Reformasi.
Jaya Suprana mengabdikan sisa hidupnya untuk membina anak anak Indonesia berbakat seni luar biasa agar dapat berkiprah di panggung dunia mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia.

Sumber, Wikipedia
              jayasuprana.blogspot.com

Pangeran Herry – Pangeran Dari Wales

Henry Charles Albert David atau yang dikenal dengan sebutan Pangeran Harry From Wales adalah putra kedua dan anak bungsu dari Charles, Prince of Wales dan Putri Diana . Ia tampaknya telah mengambil tempat ibunya di tabloid, mengejutkan publik dengan petualangan remaja dan menunjukkan ketidakpekaan budaya. Ia menjabat di Afghanistan dan dipromosikan menjadi Kapten pada tahun 2011 setelah memegang pangkat Letnan sejak 2008. Dia terlibat dalam amal banyak.

Sebagai anak kedua dari Putri Diana dan Pangeran Charles, Pangeran Harry berada di urutan ketiga ke tahta Inggris, di belakang kakaknya William. Ia telah tumbuh di bawah pengawasan media intens, memiliki tragedi pribadinya serta kejenakaan dan kejanggalan sebagai subyek dari berbagai laporan berita.

Ibunya pernah menggambarkan Pangeran Harry sebagai “sangat artistik dan sporty.” Pada usia dini, ia mengembangkan minat dalam berkuda dan berburu. Sementara keluarga tinggal di Istana Kensington selama seminggu, mereka sering menghabiskan akhir pekan di Highgrove House, estate keluarga mereka di Gloucestershire. Ibu mereka berusaha untuk memberikan kedua putranya “seperti biasa hidup mungkin” meskipun posisi istimewa mereka di masyarakat Inggris. Untuk tujuan ini, Pangeran Harry dihadiri Ny Mynors pembibitan sekolah di London kawasan Notting Hill. Putri Diana juga mengambil Pangeran Harry dan saudaranya untuk taman hiburan, restoran cepat saji, dan tempat-tempat lain yang sering dikunjungi oleh anak-anak lain seusia mereka.

Fotografer berada di tangan sebagai orang tuanya turun Pangeran Harry untuk hari pertamanya di sekolah pada bulan September 1987. Menurut Ingrid Seward William & Harry , sang pangeran muda memiliki waktu yang sulit menyesuaikan diri dengan sekolah awalnya. Meskipun pernikahan orangtuanya semakin tegang, ia menjadi terkenal karena happy-go-lucky disposisi sebagai seorang anak. Pangeran Harry juga mengembangkan minat dalam segala hal militer saat ia dewasa.

Pada tahun 1989, Pangeran Harry terdaftar di Sekolah Wetherby, di mana kakaknya William sudah mahasiswa. Dia kemudian mengikuti saudaranya ke Sekolah Ludgrove, sebuah sekolah asrama di Berkshire, pada tahun 1992. Pada saat ini, dia dilaporkan diberitahu pemisahan yang akan datang orang tuanya ‘, yang secara resmi mengumumkan bahwa Desember. Pasangan ini bercerai pada tahun 1996.

Setelah pemisahan, Pangeran Harry dan Pangeran William menghabiskan liburan sekolah mereka membagi waktu mereka antara orang tua mereka. Mereka menghabiskan waktu di Highgrove dengan ayah mereka, menikmati kegiatan outdoor, serta melakukan perjalanan resmi dan liburan ke luar negeri. Dengan ibu mereka, mereka terlibat dalam berbagai kegiatan dari pergi tentang liburan tropis untuk mengunjungi klinik AIDS dan tempat penampungan tunawisma.

Kematian Tragis Ibunya

Pangeran Harry tetap di Balmoral selama beberapa hari setelah kematian ibunya, berkabung dalam pengasingan bersama keluarganya. Dia kemudian pergi ke London bersama neneknya, Ratu Elizabeth II , dan saudaranya, untuk mempersiapkan Putri Diana pemakaman ‘s. Pada tanggal 6 September, Pangeran Harry berjalan ribuan masa lalu orang-orang yang telah berkumpul untuk mengucapkan selamat tinggal kepada banyak wanita yang dijuluki “sang putri rakyat.” Dia mengikuti di belakang peti mati ibunya dalam prosesi pemakaman bersama dengan saudaranya, ayah, dan kakek, Pangeran Phillip.

Setelah layanan, Pangeran Harry dan anggota keluarga lainnya melakukan perjalanan ke Althrop, keluarga estate ibunya di Northampton dimiliki oleh pamannya, Charles, Earl Spencer ke-9. Tubuh ibunya dibaringkan untuk beristirahat di sebuah pulau di tengah danau di lapangan ada.

Berjuang dengan kerugian yang luar biasa, Pangeran Harry menderita mimpi buruk tentang kematian ibunya untuk sementara waktu, menurut anak laki-laki Christopher Andersen Diana. Dia kembali ke Ludgrove waktu singkat setelah pemakaman. Selama istirahat sekolah berikutnya, Pangeran Harry berwisata bersama ayahnya ke Botswana dan Afrika Selatan. Perjalanan mengangkat semangatnya dan memberinya kesempatan untuk berbaur dengan anggota kelompok pop Spice Girls selama konser di sana.

Tantangan Saat Remaja

Kembali di sekolah, Pangeran Harry menghadapi beberapa tantangan akademis. Diputuskan bahwa ia akan menghabiskan satu tahun tambahan di Ludgrove sebelum menerapkan Universitas Eton. Semua upaya ekstra terbayar, ia lulus ujian masuk dengan warna terbang. Dia mulai membuat studinya ada pada tahun 1998.

Pada tahun yang sama, Pangeran Harry dan Pangeran William menunjukkan rasa humor nakal mereka dengan pesta kejutan ulang tahun ke-50 untuk ayah mereka, yang menampilkan sketsa komedi beberapa mengolok-olok Pangeran Charles . Aktor Rowan Atkinson , Stephen Fry, dan Emma Thompson semua bagian dari akting. Sekitar waktu ini, para pangeran juga bertemu ibu tiri masa depan mereka Camilla Parker Bowles -wanita bahwa ayah mereka telah terlibat dengan dan mematikan selama bertahun-tahun.

Seperti beberapa remaja lainnya, Pangeran Harry suka pesta. Dia dilaporkan terlibat dalam bawah umur minum-kadang di pub dan di Highgrove-dan mencoba ganja merokok selama musim panas 2001. Pada bulan Januari 2002, laporan kegiatan ilegal sang pangeran menjadi berita tabloid. Pangeran Harry mengakui kesalahannya kepada ayahnya yang membuat kerajaan muda mengunjungi London Selatan pusat rehabilitasi untuk melihat secara langsung bahaya yang terkait dengan penggunaan narkoba.

Pada tahun 2003, Pangeran Harry lulus dari Eton. Dia menghabiskan beberapa waktu perjalanan melalui Australia, Argentina, dan Afrika setelah menyelesaikan sekolah. Sebuah avid polo player, Pangeran Harry berpartisipasi dalam Inggris muda dibandingkan Muda Australia Polo Uji Pertandingan di Australia. Ia menjadi terlibat dalam kegiatan amal saat mengunjungi Lesotho di Afrika Selatan. Dia bekerja di rumah untuk anak yatim piatu korban AIDS. Untuk meningkatkan kesadaran dari masalah di sana, ia menciptakan sebuah film dokumenter yang disebut Kerajaan Lupa: Pangeran Harry di Lesotho . Film ini membantu meningkatkan sekitar $ 2 juta untuk Dana Lesotho Palang Merah Inggris.

Skandal  Foto 
menurut laporan berita. Kedua tanggal dan mematikan selama bertahun-tahun. Pangeran Harry lagi menemukan dirinya tenggelam dalam kontroversi pada bulan Januari 2005 setelah foto-foto dirinya mengenakan seragam Nazi ke pesta kostum yang diterbitkan di beberapa surat kabar. Ada kemarahan publik tentang kostum Pangeran Harry, memanggilnya sensitif. Itu mengejutkan bagi banyak orang bahwa pangeran santai bisa tampil seragam dengan gelang swastika – simbol kebencian dan kekejaman Holocaust. Dalam menanggapi kritik, Pangeran Harry mengeluarkan pernyataan, mengatakan “Saya sangat menyesal jika saya menyebabkan setiap pelanggaran atau malu kepada siapapun Itu adalah pilihan yang buruk kostum dan aku minta maaf..”

Karir Militer

Beberapa bulan kemudian, Pangeran Harry dan saudaranya menghadiri pernikahan ayah mereka untuk Camilla Parker Bowles . “Dia selalu sangat dekat dengan saya dan William … Dia bukan ibu tiri yang jahat. Dia seorang wanita yang indah dan dia membuat ayah kami sangat, sangat bahagia yang merupakan hal yang paling penting,” kata Pangeran Harry pers pada saat itu.

Pada bulan Mei 2005, Pangeran Harry terdaftar di Royal Military Academy Sandhurst. Ia menjalani 44 minggu pelatihan di sana dan, pada bulan April 2006, bergabung dengan Kavaleri Rumah Tangga sebagai Letnan Dua. Belakangan tahun itu, Pangeran Harry dan Pangeran William mengumumkan rencana mereka untuk konser khusus yang akan diadakan pada tahun 2007 untuk menandai ulang tahun kesepuluh lewat ibu mereka.

Pada apa yang akan menjadi Putri Diana ‘ulang tahun ke-46, lebih dari 60.000 orang berkumpul di Stadion Wembley untuk Concert for Diana. Acara ini mengumpulkan uang untuk Diana, Princess of Wales Memorial Fund dan badan amal lainnya termasuk beberapa Sentebale, Pangeran Harry yang telah didirikan untuk membantu anak-anak dan orang lain yang terkena dampak krisis AIDS di Lesotho.

Pada tahun yang sama, Pangeran Harry mulai pelatihan untuk penyebaran zona perang mungkin. Statusnya sebagai kerajaan menimbulkan tantangan keamanan tertentu untuk tentara, dan ada banyak perdebatan mengenai apakah ia harus diizinkan untuk melayani dalam situasi tempur. Pada bulan Februari 2008, Pangeran Harry memulai masa tugasnya di Afghanistan. Ia menjabat selama dua bulan.

Pada awal 2009, Pangeran Harry sekali lagi menghadapi kritik karena ketidakpekaan nya. Video dia dari tahun 2006 muncul dan digambarkan dia menggunakan istilah merendahkan untuk tentara Pakistan sesama serta lain komentar ofensif. Pangeran Harry meminta maaf atas komentarnya, dan tentara memerintahkan dia untuk menjalani pelatihan sensitivitas.

Meskipun insiden terbaru ini, Pangeran Harry terus mengejar karir di militer. Dia mulai pelatihan untuk menjadi pilot helikopter Apache di Army Air Corps pada tahun 2009. Setelah dua setengah tahun, Pangeran Harry menyelesaikan programnya pada Februari 2012. Dia kemudian menempatkan keterampilan baru untuk bekerja di tur kedua tugasnya di Afghanistan, yang dimulai pada bulan September. Selama waktunya di sana, Pangeran Harry akan berpartisipasi dalam misi tempur.


Tanggal 14 September 2012, kamp tempat tinggal Pangeran Herry di Afghanistan diserang oleh kelompok militan Taliban. Serangan ke Kamp Bastion yang menggunakan senjata-senjata kecil, roket dan mortir tersebut dimulai pada Jumat, 14 September sekitar tengah malam waktu setempat. Sebelumnya kelompok militan Taliban telah bersumpah akan membunuh adik Pangeran William itu saat berada di Afghanistan.

“Salah satu motivasi bisa jadi karena keberadaan Pangeran Harry di kamp, karena Taliban beberapa hari lalu mengancam akan menjadikan Pangeran Harry sebagai target pembunuhan. Jadi mereka mencoba melakukannya di sana,” 

Pangeran Harry akan berada selama 4 bulan di kamp yang dijaga ketat tersebut. Ini merupakan tugas keduanya ke Afghanistan setelah pada tahun 2008 lalu, Harry ditarik lebih cepat dari Afghanistan menyusul bocornya berita ke media mengenai keberadaan dirinya di Afghanistan.


Sumber, biography.com
               detik.com
               Wikipedia