Ray Tomlinson – Pencetus E-Mail

Raymond Samuel Tomlinson lahir di Amsterdam, New York tahun 1941, tapi keluarganya segera pindah ke desa, kecil hukum di Vail Mills, New York. Dia masuk Sekolah Broadalbin Tengah di Broadalbin dekat, New York. Kemudian ia menghadiri Rensselaer Polytechnic Institute di Troy, New York di mana ia berpartisipasi dalam program co-op dengan IBM. Ia menerima gelar Bachelor of Science di bidang teknik listrik dari RPI pada tahun 1963.

Setelah lulus dari RPI, ia masuk ke Massachusetts Institute of Technology untuk melanjutkan pendidikan teknik elektro nya. Di MIT, Tomlinson bekerja di Grup Komunikasi Pidato dan mengembangkan synthesizer analog-digital pidato hybrid sebagai subyek tesis Master-nya. Dia menerima S.M. di bidang Teknik Elektro pada tahun 1965.

Kami sedang bekerja cara-cara di mana manusia dan komputer dapat berinteraksi ,” katanya pada NPR Guy Raz. Tapi sebalinya, Tomlison mulai bermain-main dengan berinteraksi antara rekan jauh yang tidak menjawab teleponnya. Dia akhirmya menemukan cara untuk mengirim pesan tersebut dari satu komputer ke komputer yang lainnya. Dan menciptakan sistem yang dinamai E-mail.

Pada tahun 1967 ia bergabung dengan perusahaan teknologi Bolt, Beranek dan Newman, sekarang BBN Technologies, di mana dia membantu mengembangkan sistem operasi TENEX termasuk ARPANET Network Control Protocol dan implementasi TELNET. Dia menulis sebuah program transfer file yang disebut CPYNET untuk mentransfer file melalui ARPANET.

Tomlinson diminta untuk mengubah sebuah program yang disebut SNDMSG, yang mengirim pesan ke pengguna lain dari komputer time-sharing, untuk dijalankan pada TENEX. Dia menambahkan kode ia mengambil dari CPYNET ke SNDMSG sehingga pesan dapat dikirim ke pengguna pada komputer lain – email pertama.

Dikreditkan dengan inventing surat jaringan elektronik, Tomlinson adalah orang yang menempatkan tanda @ dalam e-mail.

Pada tahun 1971 dia adalah seorang insinyur untuk Bolt Beranek dan Newman, yang telah memenangkan kontrak untuk membuat ARPANET, jaringan komunikasi yang akan memungkinkan para ilmuwan dan peneliti untuk berbagi fasilitas komputer masing-masing.

Sementara menyelidiki cara-cara untuk menggunakan jaringan, ia menggagasakan suatu aplikasi untuk menggabungkan program intra-mesin pesan dengan program lain yang dikembangkan untuk mentransfer file antara komputer yang berjauhan pada jaringan ARPANET. Apa yang dia selanjutnya jamin tempatnya dalam sejarah komunikasi: Dia memilih tanda @ untuk menghubungkan nama pengguna dengan alamat 
tujuan.

ray-tomlinson-first-email-at-sign_large
ray-tomlinson-first-email-at-sign_large (Photo credit: whlwcl)

Email pertama Tomlinson yang dikirimnya adalah tes e-mail. Sayangnya, Tomlinson tidak ingat apa yang ada di e-mail itu pertama. E-mail ini tidak disimpannya dan Tomlinson menggambarkannya sebagai pesan yang tidak penting, sesuatu seperti ” QWERTYUIOP “. Ini biasanya adalah kata yang sering diketik atau dikutip “pada e-mail pertama yaitu QWERTYUIOP “.Tomlinson kemudian berkomentar bahwa “pesan tes adalah sepenuhnya dilupakan dan aku punya, karena itu, kulupakan mereka.” Pesan tes yang dikirim ke dirinya sering hanya omong kosong – string karakter atau beberapa frase dari Gettysburg Address. “E-mail pertama adalah benar-benar dilupakan,” katanya. “Dan, karena itu, lupa.”

Dengan cara penemuannya, Tomlinson juga bertanggung jawab atas ketinggian tanda @ dari simbol ke ikon. Untuk mengirim pesan antar komputer yang berbeda, ia membutuhkan cara untuk memisahkan nama-nama pengirim dan penerima dari nama mesin mereka. Tanda @ hanya masuk akal, itu tidak umum digunakan dalam menghitung waktu itu, sehingga tidak akan ada terlalu banyak kebingungan. Simbol ternyata alamat e-mail ke frase, artinya “pengguna ‘pada’ host,” jelas Tomlinson. “Ini adalah preposisi hanya pada keyboard.”

Saat ini, lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia jenis yang @ menandatangani setiap hari. Tomlinson mengatakan bahwa kembali pada tahun 1971, dia memiliki beberapa ide tentang dampak penemuan akan memiliki.

Program surel pertama dan yang masuk salah satu program surel terbesar yang biasa digunakan oleh publik adalah Eudora. Dan surel yang di tulis oleh Steve Dorner ini rilis pada tahun 1988. Waktu itu ia masih berstatus pegawai di University of Illinois.

Nama Eudora sendiri diambil dari nama seorang penulis dari Amerika Eudora Welty. Awalnya Eudora menjadi klien surel pertama yang dapat diakses secara gratis oleh siapa pun, kemudian dibeli oleh Quallcom pada tahun 1994, dan dijadikan produk profesional.

Tak terduga pada awal ARPANET, penciptaan Tomlinson yaitu e-mail menjadi aplikasi internet masa depan
yang paling populer.

Penghargaan

  • Pada tahun 2000 ia menerima George R. Stibitz Komputer Pioneer Award dari Museum Komputer Amerika (dengan Ilmu Komputer Departemen Montana State University). 
  • Pada tahun 2001 ia menerima Penghargaan Webby dari International Academy of Digital Arts and Sciences untuk pencapaian seumur hidup. Juga pada tahun 2001 ia dilantik ke Rensselaer Alumni Hall of Fame. 
  • Pada tahun 2002 Discover Magazine diberikan kepadanya Penghargaan Inovasi nya. 
  • Pada tahun 2004, ia menerima Penghargaan Internet IEEE bersama dengan Dave Crocker. 
  • Pada tahun 2009, ia bersama dengan Martin Cooper dianugerahi Prince of Asturias penghargaan untuk penelitian ilmiah dan teknis. 
  • Pada tahun 2011, ia terdaftar di # 4 pada daftar MIT150 dari 150 inovator atas dan ide-ide dari MIT. 
  • Pada 2012, Tomlinson telah dilantik ke dalam Hall of Fame internet oleh Internet Society.

Penemu e-mail , Ray Tomlinson, yang menurut banyak kalangan termasuk pencapaian penting dan revolusioner dalam teknologi informasi. Dia layak menjadi 50 tokoh yang berpengaruh dalam dunia Informatika karena dia yang memilih simbol @ sebagai penanda alamat surat elektronik, dibelakang nama si pengirim atau penerima pesan, bahkan kini pengunaan e-mail sudah menjadi sarana komunikasi global yang paling murah.

“Apa yang tidak saya bayangkan adalah seberapa cepat itu akan terjadi.” 

Enhanced by Zemanta

Teguh Karya – Bapak Sutradara Indonesia

Liem Tjoan Hok atau yang akrab dikenal Teguh Karya, Lahir di Pandeglang, Jawa Barat, 22 September 1937. Beliau adalah sutradara film pelanggan piala citra. Dia layak disebut suhu teater Indonesia yang banyak melahirkan sineas-sineas terkemuka. Bagi para seniman ia dianggap sebagai bapak, guru, sekaligus teman.

Setali tiga uang, Teguh pun seakan menjadi abadi sebagai sutradara terbaik spesialis peraih Piala Citra, untuk setiap karya-karya film terbarunya. Dan bersamaan itu, film yang disutradarainya, sering pula terpilih menjadi film terbaik yang dianugerahi Piala Citra.

Film pertama karya Teguh di tahun 1968 adalah film untuk anak-anak. Film serius konsumsi dewasa untuk pertama kali dihasilkannya pada tahun 1971, dan langsung menyabet beberapa penghargaan untuk kategori akting maupun penyutradaraan terbaik.

Karir dalam dunia film dirintisnya saat melakukan tugas praktik penulisan skenario film-film semi dokumenter, pada Perusahaan Film Negara (kini PPFN). Saat itu, mantan anggota Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) periode 1968-1972 ini antara lain berkesempatan bekerja pada sutradara D. Djajakusuma, Nya Abbas Acup, Misbach Yusa Biran, Wim Umboh, dan Asrul Sani, baik itu sebagai penata artistik, pemain, atau asisten sutradara.

Saya biasanya memanggil Teguh dengan nama Steve…

Ketika film layar lebar bermedium pita seluloid meredup sementara waktu di awal tahun 1990-an, untuk digantikan layar kaca yang marak muncul dengan kehadiran stasiun teve baru, Teguh pun sempat mengubah medium seninya. Ia berkesempatan menghasilkan karya film sinema elektronik (sinetron) untuk televisi, seperti Pulang (1987), Arak-Arakan (1992), dan Pakaian dan Kepalsuan (1994).

Ia pertama-tama melakoni seni sebagai pemain drama, antara tahun 1957 hingga 1961. Teguh, yang waktu itu masih menggunakan nama lahir Steve Liem Tjoan Hok, sudah sering tampil di panggung dalam pementasan-pementasan yang diadakan oleh ATNI (Akademi Teater Nasional Indonesia).

Lalu, secara akademis Teguh Karya menyelesaikan pendidikan seni di berbagai perguruan tinggi. Seperti, di Akademi Seni Drama dan Film (Asdrafi) Yogyakarta (tahun 1954-1955), Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI, 1957-1961), kemudian ke luar negeri East West Center Honolulu, Hawai (1962-1963) untuk belajar akting atau art directing. Kemampuan akademis itu kemudian dipadukan dengan pergaulannya yang intens dengan beberapa tokoh teater dan sutradara film legendarias, seperti Usmar Ismail, Asrul Sani, dan D. Djajakusuma yang banyak mempengaruhi proses berkeseniannya. Teguh turut aktif membidani kelahiran Badan Pembina Teater Nasional Indonesia, di tahun 1962.

Sejak tahun 1968, ia mendirikan Teater Populer, yang hingga akhir hayat adalah kebanggaan sekaligus ‘kenderaan’ seni yang tetap difungsikan. Ia mendirikan sanggar seninya di Jalan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang juga rumah kediamannya. Rumah ini disulap menjadi sanggar kreatif para seniman terkemuka di Tanah Air. Melalui Teater Populer, Teguh yang masih menggunakan nama Steve Liem, berkesempatan membentuk dan melahirkan banyak aktor serta aktris kenamaan.

Dari Teater Populer, banyak sineas baru mengikuti jejak Teguh untuk serius menapaki karir di industri perfilman. Tak heran jika Teguh dijuluki pula sebagai ‘Suhu Teater Indonesia’. Di antara pementasan Teater Populer yang mendapat sambutan meriah, adalah Jayaprana, Pernikahan Darah (1971), Inspektur Jenderal, Kopral Woyzeck (1973), dan Perempuan Pilihan Dewa (1974). Banyak kritikus seni menilai, beberapa lakon panggung yang disutradarai Teguh Karya berhasil mencapai puncak eksplorasi.

Walau lahir dengan nama Liem Tjoan Hok, Teguh lebih merasa sebagai orang Banten. Ia memiliki seorang nenek kelahiran Bekasi, namanya Saodah, serta seorang sahabat Mang Dulapa, sais delman yang rutin membawa Teguh pulang pergi ketika masih duduk di bangku SD Pandeglang.

Memasuki bangku SMP, Teguh pindah ke Jakarta, menumpang di rumah Engku Dek pamannya. Anak pertama dari lima bersaudara pedagang kelontong ini kemudian mewarisi kegemaran membaca dari sang paman. Teguh boleh mendapat nilai jelek untuk aljabar dan ilmu ukur, namun untuk pelajaran sejarah, menggambar, dan bahasa ia selalu unggul.

Sepulang dari studi art directing di Hawai, Teguh bekerja sebagai manajer panggung di Hotel Indonesia. Karena itu, Teater Populer yang Teguh lahirkan tahun 1968 dimaksudkan pula untuk mengisi acara-acara di Hotel Indonesia. Jadilah teater pengusung aliran realisme ini, awalnya lebih dikenal sebagai Teater Populer Hotel Indonesia. Pemain pendukungnya sebagian besar adalah mahasiswa ATNI serta para penggiat teater independen.

Identitas kelahiran Teater Popuper, salah satunya, bersemangat menggali sisi keaktoran (kesenimanan) seseorang, untuk kemudian diekspresikan sebagai medium perwujudan sebuah pencapaian artistik tertentu. Teater Populer terlihat sangat ‘akademis’ mengungkapkan gagasan-gagasan teatrikal di atas panggung. Suguhan yang formal-akademis itu untuk mengejawantahkan teori-teori realisme, yang pembawaannya dimulai oleh Usmar Ismail, Asrul Sani, dan D. Djajakusuma saat mendirikan ATNI pada tahun 1950-an. Realisme itulah yang berhasil diserap Teguh saat kuliah di ATNI tahun 1957-1961.

Tentang pilihan hidupnya untuk tak menikah, Anggota Dewan Film Nasional (DFN) penerima Anugerah Seni dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1969), ini menyebutkan, karena di dalam dirinya ada ‘kamar-kamar’ untuk kreativitas, sahabat, negeri, dan kamar untuk lain-lain. Bicara soal perkawinan, kata Teguh, urutan kamarnya belum tentu sama untuk setiap orang. Ia mengaku sewaktu di SMA pernah beberapa kali pacaran, tetapi sang pacar selalu saja tidak tahan karena acapkali ditinggal menghadiri ceramah dan berbagai kegiatan kesenian lainnya.

Teguh Karya, yang sepanjang hayat memilih hidup melajang, menghembuskan nafas terakhir kali di RSAL Mintohardjo, Jakarta Pusat, pada 11 Desember 2001 di usia 64 tahun, setelah terserang stroke menyerang otak bagian memori sejak tahun 1998. Walau hari-hari akhir dihabiskan di atas kursi roda, sesungguhnya stroke tak membuat badannya lumpuh total melainkan otak bagian memorilah yang tak lagi mampu bekerja maksimal, seperti merespon pembicaraan.

Teguh adalah pria yang selalu berpenampilan sederhana, sangat dicintai dan disayangi oleh teman-teman seprofesi, maupun para seniman lain. Bagi para seniman ia dianggap sebagai bapak, guru, sekaligus teman.

Sebelum meninggal dunia, Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, beserta istri Ny. Sinta Nuriyah, berkesempatan mengunjungi Teguh Karya, di rumah kediamannya, Kebon Kacang, Tanah Abang.

Karya-Karyanya

Sejumlah judul film karya Teguh yang berhasil mengangkat nama sutradara dan pemain bintangnya, diantaranya,

  1. Wajah Seorang Laki-Laki (1971), 
  2. Cinta Pertama (1973), 
  3. Ranjang Pengantin (1974),
  4.  Kawin Lari (1975), 
  5. Perkawinan Semusim (1977), 
  6. Badai Pasti Berlalu (1977), 
  7. November 1828 (1979), 
  8. Di Balik Kelambu (1982), 
  9. Secangkir Kopi Pahit (1983), 
  10. Doea Tanda Mata (1984), 
  11. Ibunda (1986), 
  12. Pacar Ketinggalan Kereta (1986).
Sumber, Wikipedia
              Buku- Bindo Erlangga 2006
              TokohIndonesia.com

Clara Wieck – Woman Pianis

Clara Josephine Wieck lahir di Leipzig pada tanggal 13 September tahun 1819 dari pasangan Friedrich Wieck dan Marianne Wieck (Tromlitz née). Beliau adalah seorang musisi wanita dan komposer Jerman. Beliau dianggap sebagai salah satu pianis yang paling terkenal pada era musik Romantic. 

Orangtuanya bercerai ketika ia berusia empat tahun, yang menyebabkan Clara dibesarkan oleh ayahnya. Pada bulan Maret 1828, pada usia delapan tahun, Clara muda Wieck pergi ke rumah Dr Ernst Carus, direktur rumah sakit jiwa di Colditz Castle . Di sana dia bertemu seorang pianis muda berbakat yang telah diundang ke malam musik bernama Robert Schumann , yang berusia sembilan tahun lebih tua darinya. Schumann mengagumi Clara bermain sehingga ia meminta izin dari ibunya untuk menghentikan hukum studinya, yang tidak disukai olehnya, dan mengambil pelajaran musik dengan ayah Clara. Sementara mengambil pelajaran, ia mengambil kamar di rumah tangga Wieck, Robert tinggal sekitar satu tahun. Robert sering usil pada Clara. Biasanya ia akan berpakaian seperti hantu dan menakut-nakuti Clara. Bermain menciptakan ikatan dan ketika dia lebih tua, dan kelak Clara dan Robert menikah.

Pada tahun 1830, di usia sebelas tahun, Clara melakukan tur konser ke Paris dan kota-kota Eropa lainnya, disertai oleh ayahnya. Dia menggelar konser solo pertamanya di Gewandhaus Leipzig. Di Weimar, ia menyanyikan lagu bravura oleh Henri Herz yang dipersembahkan untuk Goethe, yang juga menghadiahi Clara dengan medali berisi potret dan catatan tertulis yang mengatakan, “Untuk artis berbakat Clara Wieck.” Selama tur itu, Niccolò Paganini yang kebetulan berada di Paris menawarkan untuk tampil bersama Clara. Namun, konser Paris nya dihadiri sedikit orang karena banyak yang telah melarikan diri dari kota akibat wabah kolera.

Pada usia 18, Clara Wieck melakukan serangkaian pertunjukan di Wina dari Desember 1837 sampai April 1838.  penyair terkemuka dramatis Austria, Franz Grillparzer , menulis sebuah puisi berjudul “Clara Wieck dan Beethoven” setelah mendengar Wieck melakukan Appassionata sonata . dalam salah satu pertunjukan  Wieck dilakukan untuk menjual-out orang banyak dan ulasan kritis pujian, Benedict Randhartinger, teman Franz Schubert , memberikan Wieck salinan tanda tangan dari Erlkönig Schubert, inscribing “Untuk artis terkenal, Clara Wieck. ”  Frédéric Chopin menggambarkan dirinya bermain untuk Franz Liszt , yang datang untuk mendengar salah satu konser Wieck dan kemudian “memujinya extravagantly dalam sebuah surat yang diterbitkan dalam et Revue Paris Lembaran Musicale dan kemudian, dalam terjemahan, dalam jurnal Leipzig Neue Zeitschrift für Musik “.  Pada tanggal 15 Maret, Wieck diangkat menjadi Konigliche und Kaiserliche Kammervirtuosin (“Royal dan Virtuoso Imperial Chamber”), Austria kehormatan ‘s musik tertinggi.

“Menulis memberi saya senang … tidak ada yang melampaui sukacita penciptaan, jika hanya karena melalui itu salah satu menang jam diri lupa, ketika seseorang hidup dalam dunia suara.” Clara Schumann-.

Pada tahun-tahun awal pertunjukannya, tema yang dipilih oleh ayahnya, adalah mencolok dan populer, dalam gaya umum untuk waktu, dengan karya-karya Kalkbrenner , Henselt , Thalberg , Herz, Pixis , Czerny , dan komposisi sendiri. Saat ia matang,  menjadi lebih mapan dan perencanaan program sendiri, ia mulai memutar karya-karya para komponis romantis baru, seperti Chopin, Mendelssohn dan, tentu saja, Robert Schumann, serta, besar kurang mencolok, lebih ” sulit “komposer dari masa lalu, seperti Scarlatti , Bach , Mozart , Beethoven , Schubert dan. Dia juga sering muncul dalam resital musik kamar karya Haydn , Mozart, Beethoven, Mendelssohn, Schumann, dan Brahms.

Clara Schumann adalah pencari nafkah utama bagi keluarganya melalui konser memberi dan pengajaran, dan dia melakukan sebagian besar pekerjaan pengorganisasian wisata sendiri konser karena ketidakstabilan mental Robert. Dia menolak untuk menerima amal ketika sekelompok musisi yang ditawarkan untuk menempatkan pada konser amal untuknya. Bagian dari tanggung jawabnya meliputi menghasilkan uang, yang dia lakukan dengan memberikan konser, meskipun ia terus bermain sepanjang hidupnya tidak hanya untuk pendapatan, tapi karena dia adalah seorang seniman konser pelatihan dan oleh alam.

Setelah kematian Robert (29 Juli 1856), Clara mengabdikan dirinya terutama untuk penafsiran karya-karyanya. Tapi ketika ia pertama kali mengunjungi Inggris tahun 1856 terutama melalui jasa baik William Sterndale Bennett , komposer Inggris dan teman almarhum suaminya, para kritikus musik Robert menerima dengan beragam ketidaksetujuan. Dia kembali ke London pada tahun 1865 dan terus dia mengunjungi setiap tahun, dengan pengecualian empat musim, sampai tahun 1882. Dia juga muncul di sana setiap tahun 1885-1888.

Dia memainkan peran tertentu dalam memulihkan Brahms D concerto minor ke perbendaharaan umum, yang telah jatuh dari nikmat setelah premier, dan hanya direhabilitasi pada 1870-an, terutama berkat upaya Clara Schumann dan Brahms sendiri.

Dia awalnya tertarik pada karya-karya Liszt, namun kemudian mengembangkan permusuhan langsung kepadanya. Dia berhenti memainkan karya-karyanya, dia ditekan dedikasi suaminya untuk Liszt nya Fantasie di C mayor ketika ia menerbitkan karya lengkap Schumann, dan ia menolak untuk menghadiri festival Beethoven seratus di Wina pada tahun 1870 ketika ia mendengar bahwa Liszt dan Richard Wagner akan berpartisipasi.

Dia sangat pedas dari Wagner. Dari Tannhäuser , ia mengatakan bahwa ia “memakai dirinya dalam kekejaman”, dia menggambarkan Lohengrin sebagai “mengerikan”, dan ia menulis bahwa Tristan und Isolde . adalah “hal yang paling menjijikkan yang pernah saya lihat atau dengar dalam hidup saya”

Pada tahun 1878 ia diangkat guru piano di Konservatorium Hoch di Frankfurt am Main , sebuah pos dia menjabat sampai 1892, dan di mana ia memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan teknik bermain piano modern.

Dia memegang Anton Bruckner , yang 7th Symphony ia mendengar pada tahun 1885, penghargaan yang sangat rendah. Dia menulis kepada Brahms, menggambarkannya sebagai “sepotong mengerikan”. Tapi dia lebih terkesan dengan Richard Strauss Symphony ‘s awal F minor pada tahun 1887.

Clara Schumann memainkan konser terakhir publiknya di Frankfurt pada tanggal 12 Maret 1891. Pekerjaan terakhir yang ia lakukan adalah Brahms Variations on a Theme by Haydn , dalam versi piano-duet.
Dia menderita stroke pada tanggal 26 Maret 1896, meninggal pada tanggal 20 Mei pada usia 76. Dia dimakamkan di Bonn ‘s Alter Friedhof (Old Cemetery) dengan suaminya.

Dia digambarkan pada layar oleh Katharine Hepburn dalam film 1.947 Kidung Cinta , di mana Paul Henreid dimainkan Robert Schumann dan Robert Walker membintangi sebagai muda Brahms Johannes .
Dia juga digambarkan baru-baru ini dalam sebuah film Jerman bernama hanya “Geliebte Clara” pada tahun 2008 mengambil melihat kehidupan abad ke-19 komposer Clara dan Robert Schumann.

“Clara telah menyusun serangkaian potongan-potongan kecil, yang menunjukkan kecerdikan musik dan lembut seperti dia belum pernah tercapai sebelumnya. Tapi untuk memiliki anak, dan seorang suami yang selalu hidup dalam dunia imajinasi, tidak pergi bersama-sama dengan menulis. Dia tidak bisa bekerja di secara teratur, dan saya sering terganggu untuk berpikir berapa banyak ide-ide yang mendalam yang hilang karena dia tidak bisa bekerja mereka keluar. ” -Robert Schumann dalam buku hariannya 

Sumber, Wikipedia
               www.musicacademyonline.com 
               Sidomi.com

Soepratman – Pencipta Lagu Indonesia Raya

Wage Rudolf Supratman lahir  di Dukuh Trembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada tanggal 19 Maret 1903. Beliau adalah pengarang lagu kebangsaan Indonesia, “Indonesia Raya” dan pahlawan nasional Indonesia.

Ayahnya bernama Senen, sersan di Batalyon VIII. Saudara Soepratman berjumlah enam, laki satu, lainnya perempuan. Salah satunya bernama Roekijem. Ada juga yang bilang WR Supratman adalah anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Ayahnya bernama Jumeno Kartodikromo (tentara KNIL Belanda) dan ibunya, Siti Senen. Pada tahun 1914, Soepratman ikut Roekijem ke Makassar. Di sana ia bersekolah dan dibiayai oleh suami Roekijem yang bernama Willem van Eldik.

Soepratman lalu belajar bahasa Belanda di sekolah malam selama tiga tahun, kemudian melanjutkannya ke Normaalschool di Makassar sampai selesai. Ketika berumur 20 tahun, lalu dijadikan guru di Sekolah Angka 2. Dua tahun selanjutnya ia mendapat ijazah Klein Ambtenaar.

Beberapa waktu lamanya ia bekerja pada sebuah perusahaan dagang. Dari Makassar, ia pindah ke Bandung dan bekerja sebagai wartawan di harian Kaoem Moeda dan Kaoem Kita. Pekerjaan itu tetap dilakukannya sewaktu sudah tinggal di Jakarta. Dalam pada itu ia mulai tertarik kepada pergerakan nasional dan banyak bergaul dengan tokoh-tokoh pergerakan. Rasa tidak senang terhadap penjajahan Belanda mulai tumbuh dan akhirnya dituangkan dalam buku Perawan Desa. Buku itu disita dan dilarang beredar oleh pemerintah Belanda.

Soepratman dipindahkan ke kota Sengkang. Di situ tidak lama lalu minta berhenti dan pulang ke Makassar lagi. Roekijem sendiri sangat gemar akan sandiwara dan musik. Banyak karangannya yang dipertunjukkan di mes militer. Selain itu Roekijem juga senang bermain biola, kegemarannya ini yang membuat Soepratman juga senang main musik dan membaca-baca buku musik.

W.R. Soepratman tidak beristri serta tidak pernah mengangkat anak.
Sewaktu tinggal di Makassar, Soepratman memperoleh pelajaran musik dari kakak iparnya yaitu Willem van Eldik, sehingga pandai bermain biola dan kemudian bisa menggubah lagu. Ketika tinggal di Jakarta, pada suatu kali ia membaca sebuah karangan dalam majalah Timbul. Penulis karangan itu menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan.

Soepratman tertantang, lalu mulai menggubah lagu. Pada tahun 1924 lahirlah lagu Indonesia Raya, pada waktu itu ia berada di Bandung dan pada usia 21 tahun.

English: First publication of what is now know...
English: First publication of what is now known as Indonesia Raya in the 10 November 1928 issue of the weekly Sin Po magazine. Bahasa Indonesia: Publikasi pertama lagu Indonesia Raya di edisi tanggal 10 November 1928 di majalah mingguan Sin Po (Photo credit: Wikipedia)

Pada bulan Oktober 1928 di Jakarta dilangsungkan Kongres Pemuda II. Kongres itu melahirkan Sumpah Pemuda. Pada malam penutupan kongres, tanggal 28 Oktober 1928, Soepratman memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental di depan peserta umum (secara intrumental dengan biola atas saran Soegondo berkaitan dengan kondisi dan situasi pada waktu itu, lihat Sugondo Djojopuspito). Pada saat itulah untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya dikumandangkan di depan umum. Semua yang hadir terpukau mendengarnya. Dengan cepat lagu itu terkenal di kalangan pergerakan nasional. Apabila partai-partai politik mengadakan kongres, maka lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan. Lagu itu merupakan perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka.

Sesudah Indonesia merdeka, lagu Indonesia Raya dijadikan lagu kebangsaan, lambang persatuan bangsa. Tetapi, pencipta lagu itu, Wage Roedolf Soepratman, tidak sempat menikmati hidup dalam suasana kemerdekaan.

Akibat menciptakan lagu Indonesia Raya, ia selalu diburu oleh polisi Hindia Belanda, sampai jatuh sakit di Surabaya. Karena lagu ciptaannya yang terakhir Matahari Terbit pada awal Agustus 1938, ia ditangkap ketika menyiarkan lagu tersebut bersama pandu-pandu di NIROM Jalan Embong Malang, Surabaya dan ditahan di penjara Kalisosok, Surabaya. Ia meninggal pada tanggal 17 Agustus 1938 karena sakit.

KONTROVERSI

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo, Jawa Tengah, mengharapkan pelurusan sejarah Wage Rudolf (WR) Supratman, pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang sesungguhnya berasal dari Purworejo.

“Sudah kami bentuk tim untuk pelurusan sejarah WR Supratman,” kata Bupati Purworejo Kelik Sumrahadi dalam sambutan tertulis jumpa pers tentang pelurusan sejarah WR Supratman yang dibacakan Wakil Bupati Mahsun Zain di Purworejo, Selasa.

Pengadilan Negeri (PN) Purworejo sejak sekitar satu tahun terakhir menetapkan bahwa tempat dan tanggal lahir WR Supratman di Dusun Trembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, pada tanggal 19 Maret 1903.

Penetapan itu mengoreksi keterangan tentang WR Supratman selama ini yang lahir di Jatinegara, Jakarta, pada tanggal 9 Maret 1903.

Ia mengatakan, surat permohonan perubahan tempat dan tanggal lahir WR Supratman telah berada di Sekretariat Negara di Jakarta.

“Sebagai warga Purworejo, tentu kami berharap ada pengakuan formal bahwa WR Supratman adalah putra bangsa yang lahir di Purworejo. Kami juga meminta pelurusan sejarah agar anak cucu mendapatkan informasi yang benar,” katanya.

Anggota Tim Pelurusan Sejarah WR Supratman, Soekoso DM, mengatakan, selama ini Wage (sebutan untuk WR Supratman) tertulis lahir di Meester Cornelis, Jatinegara, Jakarta.

Keterangan tentang hal itu, katanya, berdasarkan pengakuan kakaknya, Roekijem Soepratijah van Eldik, yang dituliskan Oerip Supardjo kepada Matumona, penulis biografi WR Supratman.

Namun, katanya, Oerip telah meralat keterangan itu dengan menyebut bahwa Wage lahir di Somongari.
Ia menjelaskan, dokumen kelahiran Wage di Jatinegara dan Arsip Nasional di Jakarta hingga saat ini tidak pernah ditemukan.

English: This is plague of Museum Sumpah Pemud...
English: This is plague of Museum Sumpah Pemuda, jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta, Indonesia. (Photo credit: Wikipedia)

Kemungkinan, katanya, Roekijem yang bersuami orang Belanda itu merasa malu jika Wage sebagai pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, ternyata lahir di desa.

Pada sidang di PN Purworejo, tahun 1978, katanya, dua warga Somongari dihadirkan sebagai saksi kelahiran Wage, yakni Amatrejo Kasum dan Martowijoyo Tepok.

Dua saksi itu, katanya, menyebut bahwa Wage lahir di desa itu pada hari Kamis Wage (Kalender Jawa). Mereka menyebut bulan dan tahun kelahiran tetapi lupa tanggalnya.

“Hingga saat ini, referensi tentang asal usul Wage di Purworejo masih lengkap,” katanya.
Asisten III Sekretaris Daerah Pemkab Purworejo, Abdurrahman, mengatakan, jika pemerintah pusat menetapkan Wage berasal dari daerah itu selanjutnya pemkab setempat akan mengembangkan Desa Somongari sebagai desa wisata.

Selain itu, katanya, pemkab juga mewacanakan memindah makam Wage yang selama ini di Surabaya, Jawa Timur, ke Purworejo. Wage wafat pada tanggal 17 Agustus 1938 dimakamkan di Pekuburan Kapas Kampung, Jalan Kenjeran, Surabaya.

“Meskipun hal ini masih perlu pembahasan lebih lanjut dan dukungan dana yang tidak sedikit,” katanya.

Ia menyatakan keprihatinan Pemkab Purworejo atas kondisi rumah tempat wafat Wage di Jalan Mangga nomor 21 Surabaya yang terkesan tidak terurus secara baik.

“Yayasan tampaknya kurang dana, Pemkab Purworejo juga menyumbangkan anggaran untuk pendanaan operasional monumen itu,” katanya.

Cucu keponakan Wage, Suyono, mengharapkan, pemerintah serius meluruskan sejarah pencipta “Indonesia Raya” itu.

WR Supratman adalah anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Ayahnya bernama Jumeno Kartodikromo (tentara KNIL Belanda) dan ibunya, Siti Senen, sedangkan Roekijem adalah kakak sulung yang membawanya ke Jakarta. (ANT)

Sumber, Wikipedia
              KOMPAS. com

Enhanced by Zemanta

Elisha Graves Otis – Pencipta Lift Modern

Copyright expired. Avaliable at http://www.oti...
Copyright expired. Avaliable at http://www.otis.com/otis150/images/display/1,2343,2039,00.gif (Photo credit: Wikipedia)

Elisha Graves Otis adalah penemu lift modern. Ia lahir di sebuah lahan pertanian di dekat Halifax, Vermount, Amerika Serikat, pada tanggal 3 Agustus 1811. Otis sebenarnya bukan orang pertama yang menemukan lift. Sejak abad ketiga SM, lift telah ditemukan dengan menggunakan tenaga manusia dan hewan. Barulah pada abad ke-19, lift mulai menggunakan mesin uap meski fasilitas keamanan yang belum terpenuhi sehingga banyak orang yang takut menggunakannya. Mereka takut kalau sewaktu-waktu kabel lift putus. Maka itu, Otis pun membuat terobosan baru yaitu dengan menambahkan sistem pengereman pada lift.

Otis lahir dari pasangan Stephen Otis jr. dan Phoebe Glynn. Otis menciptakan alat keamanan yang mencegah lift (elevator) untuk jatuh ketika kabel pengangkatnya putus. Ia mengerjakan alat keamanan ini ketika tinggal di Yonkers, New York di 1852, dan kemudian memiliki produk jadi di 1854.

Di Crystal Palace New York, Elisha Otis membuat banyak orang terkagum-kagum ketika ia meminta satu satunya tali yang menopang pijakannya diputus. Tali itu dipotong oleh tukang kapak dan pijakan itu hanya turun beberapa inci sebelum berhenti. Rem keamanan baru ini telah menghentikan pijakan jatuh ke darat dan merevolusi industri lift. Elisha Graves Otis sebenarnya tidak menciptakan lift, ia menciptakan sesuatu yang mungkin lebih penting yaitu rem lift yang membuat gedung pencakar langit menjadi sesuatu yang mungkin.

Elisha Otis's Elevator Patent Drawing, 01/15/1...
Elisha Otis’s Elevator Patent Drawing, 01/15/1861. Elisha Otis’s elevator was the first with a safety catch to guard against the breaking of the cable. The Otis Company would become the premier manufacturer of electric elevators. From the National Archives. (Photo credit: Wikipedia)

Otis menjual lift amannya pada tahun 1953. Lift yang pertama di pasang di New York pada tahun 1857. Setelah kematiannya pada tanggal  8 April 1861 pada umur 49 tahun di 1861, anaknya Charles dan Norton, lewat warisannya mendirikan Otis Brother & Co pada tahun 1867. Ciptaan Otis meningkatkan keyakinan publik pada elevator dan memungkinkan munculnya tren baru gedung bertingkat yaitu Pencakar Langit. Perusahaan yang didirikannya dikenal sebagai Otis Elevator Company, perusahaan elevator terbesar di dunia. Kini perusahaan ini adalah divisi di bawah United Technology Corporation.

Sumber, Buku 50 Tokoh Penemu
              Wikipedia

Enhanced by Zemanta

Winston Churchill – Perdana Menteri Inggris

Sir Winston Leonard Spencer Churchill lahir di Oxfordshire, Inggris, 30 November 1874. Winston adalah tokoh politik dan pengarang dari Inggris yang paling dikenal sebagai Perdana Menteri Britania Raya sewaktu Perang Dunia Kedua. Peranannya sebagai ahli strategi, orator, diplomat dan politisi terkemuka menjadikan Churchill salah satu dari tokoh paling berpengaruh di sejarah dunia. Pada tahun 1953, Churchil dianugrahkan penghargaan Nobel di bidang literarur karena sumbangan yang ia berikan dalam buku-buku karangannya mengenai bahasa inggris dan sejarah dunia.

Nama keluarga Churchill yang sebenarnya adalah Spencer-Churchill (karena ia mempunyai hubungan darah dengan keluarga Spencer), tetapi dimulai dengan ayahnya, Lord Randolph Churchill, seluruh keluarganya mulai menggunakan nama keluarga Churchill.

Winston Churchill adalah keturunan dari keluarga Churchill pertama yang dikenal luas, John Churchill, Duke Marlborough pertama. Ayah Winston, Lord Randolph Churchill, adalah tokoh politik yang juga merupakan anak ketiga dari John Spencer-Churchill, Duke Marlborough ke-7. Ibu Winston adalah Lady Randolph Churchill (Jennie Jerome), putri dari jutawan Amerika Leonard Jerome.

Winston Churchill dilahirkan di Blenheim Palace di Woodstock, Oxfordshire; ia dilahirkan tanpa persiapan ketika ibunya mulai mengalami kontraksi ketika sedang bepergian di kereta kuda.

Seperti anak laki-laki lain yang berasal dari kelas atas di masa itu, masa kecilnya kebanyakan dihabiskan di asrama sekolah. Salah satu anekdot yang tersebar luas adalah cerita sewaktu Churchill menulis ujian masuk ke Sekolah Harrow. Ketika ujian bahasa Latin, ia hanya menulis titel, namanya, nomor 1 dan titik. Meskipun ia diterima masuk, ia ditempatkan di kelas untuk murid yang tidak berprestasi, pelajaran dikonsentrasikan ke bahasa Inggris, bidang pelajaran yang dikuasai dengan sangat baik oleh Churchill. Sekarang, setiap tahun, sekolah Harrow memberikan penghargaan Churchill (Churchill essay-prize) untuk karangan yang membahas topik yang telah ditentukan sebelumnya oleh kepala bagian bahasa Inggris.

Ibunda Churchill (dikenal pada waktu itu sebagai Lady Randolph) jarang mengunjungi putranya, meskipun begitu Churchill sangat mencintai dan mengagumi ibunya. Churchill sering menulis surat, meminta ibunya untuk datang menjenguk atau meminta ayahnya agar membiarkan ia pulang ke rumah. Setelah Winston dewasa, hubungan antara Winston dan ibunya menjadi lebih dekat, sehingga hubungan mereka lebih mirip dengan hubungan kakak-beradik dan persahabatan yang erat.

Hubungan antara Churchill dan ayahnya tidaklah erat, meskipun begitu ia selalu mengikuti karir ayahnya. Pada tahun 1816, dia memproklamasikan, “Ayah saya adalah kanselir keuangan (Chancellor of the Exchequer) dan satu hari nanti, akupun akan melakukan hal yang sama.” Ia tidak mempunyai banyak teman sewaktu kecil dan hal ini selalu teringat olehnya. Churchill sangat dekat dengan pengasuhnya, Elizabeth Anne Everest, dan sangat sedih sewaktu ia meninggal pada 3 Juli, 1895. Churchill membayar biaya pemakamannya di City of London Cemetery and Crematorium.

Prestasinya di Harrow tidak memuaskan, Churchill sering dihukum karena nilainya yang buruk dan dianggap tidak berusaha untuk belajar lebih baik. Perilakunya yang independen dan sifatnya yang sering memberontak menjadi halangan untuk mempelajari mata pelajaran klasik seperti bahasa Latin dan sejarah Yunani kuno. Meskipun demikian ia menunjukan bakat besarnya di mata pelajaran lain, seperti sejarah, dimana ia sering mendapatkan nilai terbaik. Churchill sering dianggap, terutama kare ia sendiri beranggap begitu, gagal untuk berprestasi di sekolah. Akan tetapi dia pernah berprestasi dengan menjuarai pertandingan anggar di sekolah.

Churchill pernah menjadi anggota freemason (Tentara Rahasia Inggris)sekitar tahun 1895, beberapa saat setelah ayahnya meninggal sampai sekitar tahun 1912.

Churchill menghadiri akademi militer di Sandhurst. Setelah lulus pada umur 20 tahun, Churchill bergabung dengan tentara sebagai Subaltern (mirip dengan pangkat letnan) di regimen kavaleri Hussar IV (dengan nama regimen Queen’s Own). Regimen ini ditempatkan di Bengaluru, India. Setelah ia tiba di India, Churchill mengalami cedera di bahunya.

Di India, Churchill menghabiskan sebagian besar waktunya bermain polo. Situasi ini tidak memuaskan Churchill yang masih muda dan haus pengalaman militer. Ia mulai mencari kesempatan untuk bisa bergabung dalam perang. Tahun 1895, Churchill dan Reggie Barnes mendapatkan ijin pergi ke Kuba untuk menjadi pengamat perang antara prajurit Spanyol dan gerilyawan Kuba. Churchill juga mendapatkan komisi untuk menjadi koresponden surat kabar Daily Graphic. Churchill sangat gembira ketika ia terlibat dalam baku tembak untuk pertama kali pada ulang tahunnya yang ke 21. Sewaktu dalam perjalanan ke Kuba, ia sempat mengunjungi Amerika Serikat untuk pertama kalinya dan diperkenalkan ke komunitas New York oleh teman dekat ibunya, Bourke Cockran.

Pada tahun 1897 Churchill mencoba untuk mengunjungi Perang Yunani-Turki akan tetapi perang ini berakhir sebelum ia tiba di medan perang. Karena itu ia memutuskan untuk mengambil cuti dan berlibur di Inggris. Begitu ia mendengar mengenai pemberontakan Pathan di North West Frontier, India (sekarang merupakan daerah Pakistan), ia langsung kembali ke India untuk berpartisipasi dalam perang untuk mengakhiri pemberontakan tersebut.

Sir Bindon Blood, pemimpin dari pasukan expedisi yang ditugaskan untuk melawan pemberontak Pathan, telah menjanjikan Churchill bahwa ia dapat ikut serta di konflik ini. Sewaktu bertugas di pasukan expedisi selama enam minggu, Churchill juga menulis artikel untuk surat kabar The Pioneer dan The Daily Telegraph untuk 5 poundsterling per artikel. Bulan Oktober tahun 1897, Churchill kembali ke Inggris. Buku pertamanya mengenai konflik diatas, The Story of Malakand Field Force, diterbitkan pada bulan Desember.

Secara resmi Churchill masih ditempatkan di India, tapi ia berhasil mendapat ijin cuti jangka panjang. Oleh karena itu, Churchill dapat meluangkan waktunya untuk berusaha agar dipilih sebagai prajurit yang akan dikirim untuk kembali menguasai Sudan, pasukan ini dipilih dan akan dipimpin oleh Horatio Kitchener. Kitchener sebenarnya tidak menginginkan Churchill sebagai pasukannya, akan tetapi Churchill meggunakan koneksinya sehingga Perdana Menteri Robert Arthur Talbot Gascoyne-Cecil mengirim telegram ke Kitchener. Pada akhirnya, Churchill berhasil mendapat posisi di 21st Lancers — pasukan yang dipilih langsung oleh Departemen Peperangan (War Office), dan bukan Kitchener. Ia juga menjadi koresponden perang bagi surat kabar Morning Post dengan upah 15 poundsterling per artikel. Churchill ikut serta dalam serbuan kavaleri (cavalry charge) Inggris yang terakhir dalam pertempuran di Omdurman. Bulan Oktober 1898, Churchill telah kembali ke Inggris dan mulai menulis buku The River War yang diterbitkan dalam dua volume pada tahun berikutnya.

Pada tahun 1899 Churchill meninggalkan dinas militer dan memutuskan untuk menitis karir di parlemen. Ia menjadi kandidat bagi partai konservatif di Oldham akan tetapi hanya bisa menduduki tempat ketiga dalam pemilihan tersebut, sementara Oldham pada waktu itu hanya mempunyai kuota untuk dua kursi.

Tanggal 12 Oktober 1899, Perang Boer kedua dimulai di Afrika Selatan, yang melibatkan Britania dan Afrikaners. Churchill menjadi koresponden perang untuk Morning Post selama empat bulan dan mendapatkan upah 250 poundsterling per bulan. Setelah tiba di Afrika Selatan, ia ikut menumpang di kereta api yang digunakan oleh tentara Inggris dibawah pimpinan Aylmer Haldane. Kereta ini kemudian tergelincir keluar jalan rel karena serangan dari pasukan Boer yang menggunakan bahan peledak. Churchill, meskipun sudah menjadi rakyat sipil, memimpin pasukan untuk membersihkan jalan rel dari sisa-sisa ledakan sehingga lokomotif dan beberapa gerbong kereta api yang membawa korban luka dapat dievakuasi. Meskipun kereta api itu akhirnya dapat meloloskan diri, Churchill, beberapa perwira dan prajurit lain tertangkap dan menjadi tahanan perang di Pretoria.

Churchill berhasil meloloskan diri dari penjara tahanan perang. Aksi ini mengakibatkan banyak kritik dan kontroversi karena ada yang menganggap bahwa Churchill seharusnya menunggu untuk Haldane dan satu orang lagi yang merencanakan pelarian tersebut, kedua orang ini tidak mampu atau tidak mau mengambil risiko meloloskan diri dengan memanjat pagar. Setelah berada diluar penjara Pretoria, Churchill menjelajah hampir 480 kilometer ke koloni Portugal di Lourenco Marques, Maputo Bay. Seorang warga negara inggris yang berprofesi sebagai manajer tambang membantu Churchill dengan menyembunyikan Churchill di tambangnya. Kemudian dia menyeludupkan Churchill kedalam kereta yang bertujuan keluar dari daerah Boer. Dengan aksi ini Churchill menjadi pahlawan nasional di Britania. Akan tetapi Churchill tidak kembali ke Inggris, ia memutuskan untuk menumpang kapal laut ke Durban untuk bergabung dengan pasukan yang dipimpin oleh jendral Redvers Buller. Pasukan ini bertujuan untuk menghancurkan pasukan Boer yang mengepung kota Ladysmith, jika berhasil pasukan ini juga bertujuan untuk mengambil kota Pretoria.

Pada kali ini, meskipun masih menjadi koresponden perang, Churchill juga mendapatkan posisi di regimen kavaleri. Ia ikut serta dalam pertempuran di Spion Kop dan menjadi salah satu prajurit inggris pertama yang memasuki Ladysmith dan Pretoria. Bahkan Churchill dan sepupunya, Charles Spencer-Churchill (Duke Marlborough ke-9), berposisi jauh di depan pasukan inggris yang lain di Pretoria. Kedua orang ini kemudian menuntut dan menerima penyerahan diri dari 52 prajurit Boer yang menjaga penjara.

Churchill menerbitkan dua buku mengenai perang Boer, London to Ladysmith via Pretoria yang diterbitkan pada bulan Mei dan Ian Hamilton’s March pada bulan Oktober tahun 1900.

Churchill menggunakan kemashyuran yang didapatinya untuk memulakan kerjaya politik yang merangkumi tempoh selama enam puluh tahun, bertugas sebagai seorang MP di House of Commons dari 1901 sehingga 1922 dan dari 1924 sehingga 1964. Sebagai anggota Conservative Party, dia pindah ke Liberals dan menyertai Kabinet ketika berusia awal tiga puluhan. Dia merupakan salah seorang daripada perancang politik dan ketenteraan bagi pendaratan Gallipoli yang menemui kegagalan di Dardanelles ketika Perang Dunia I, yang menyebabkan dia digelar sebagai “penyembelih Gallipoli”.

Dia merupakan salah seorang yang menandatangani perjanjian Anglo-Irlandia pada tahun 1921 yang menubuhkan Negara Irlandia Bebas. Partai Liberal kemudian dilanda perpecahan internal. Setelah kalah pada pemilu 1922 kepada Edwin Scrymgeour dia menyertai Partai Konservatif semula. Dua tahun kemudian pada pemilu 1924 di dilantik mewakili Epping sebagai Konservatif. Dia dilantik sebagai Chancellor of the Exchequer pada tahun 1926 di bawah Stanley Baldwin dan bertanggungjawab mengembalikan Britania kepada Standard Emas. Ketika General Strike of 1926, Churchill dikatakan mencadangkan mesingan digunakan untuk mematahkan mogok pelombong. Churchill menyunting surat kabar kerajaan British Gazette. Ketika pertelingkahan tersebut dia menyuarakan bahawa “Samaada negara mematahkan Mogok Umum, atau Mogok Umum akan menghancurkan negara.”.

Kerajaan Konservatif telah ditewaskan dalam Pemilu Inggris 1929. Apabila Ramsay MacDonald membentuk kerajaan pada 1931, Churchill tidak dijemput untuk menyertai Kabinet. Churchill berada puncak terendah dalam kerjayanya. Churchill menghabiskan beberapa tahun berikutnya untuk menumpu kepada kerja penulisannya, termasuk History of the English Speaking Peoples (yang tidak diterbitkan sehinggalah selepas tamat Perang Dunia II). Churchill terkenal dengan penentangannya terhadap kemerdekaan India. Tidak lama selepas itu, perhatiannya tertumpu kepada kemunculan Adolf Hitler dan peningkatan senjata Jerman. Buat seketika, Churchill merupakan suara tunggal yang menyeru British untuk meningkatkan persenjataan bagi menyaingi keganasan Jerman. Churchill merupakan pengkritik Neville Chamberlain polisi mengembirakan Adolf Hitler.

Pada awal Perang Dunia II Churchill dilantik sebagai First Lord of the Admiralty Apabila Chamberlain’s meletak jawatan pada bulan May, 1940, Churchill dilantik sebagai Perdana Menteri dan membentuk kerajaan gabungan. Churchill segera menjadikan seorang kawan dan penasihat karibnya, Max Aitken, (Lord Beaverbrook) seorang usahawan industri dan pemilik akhbar terkemuka, orang yang bertanggungjawab bagi mengendalikan pengeluaran kapal terbang. Ketangkasan fikiran perniagaan Max Aitken membolehkan British meningkatkan kejuruteraan dan pengeluaran kapal terbang dengan pantas, yang menyumbang kepada kejayaan ketika waktu perang.

Ucapan Churchill yang pertama pada masa itu merupakan sumber inspirasi penting kepada pihak British yang tertekan. Kenyataannya yang terkemuka “Saya tidak mempunyai apa-apa untuk ditawarkan kecuali darah, kerja kuat, air mata, dan peluh” merupakan ucapan pertamanya sebagai Perdana Menteri. Ucapan berikutnya sebelum Pertempuran Britania, dengan “Kita akan mempertahankan pulau kita, walau apapun harganya, kita akan bertempur di pantai, kita akan bertempur di tempat pendaratan, kita akan bertempur di padang dan jalan, kita akan bertempur di bukit; kita tidak akan sekali-kali menyerah.”

Walaupun peranan Churchill dalam Perang Dunia II tidak dapat disangkal, dia mempunyai banyak musuh di negerinya. Dia menyuarakan kebenciannya kepada ide seperti penyediaan kesehatan umum dan pendidikan yang lebih baik untuk mayoritas penduduk menyebabkan banyak rasa tidak puas hati di kalangan penduduk terutama mereka yang bertempur ketika peperangan. Segera setelah perang usai, Churchill dikalahkan dengan buruk oleh Clement Attlee dan Partai Buruh (Inggris).

Selepas kekalahan Partai Buruh (Inggris) pada Pemilu 1951, Churchill kembali menjabat jabatan Perdana Menteri. Pada tahun 1953, Winston Churchill dianugerahi dua gelar kehormatan. Dia dikaruniakan gelar Sir menjadi Sir Winston Churchill dan Winston Churchill dianugerahkan Hadiah Nobel dalam penulisan untuk kepakarannya dalam penulisan riwayat dan sejarah dan juga kepintarannya berbicara dalam mempertahankan nilai kemanusiaan yang tinggi. Serangan angin ahmar pada Juni 1953 memyebabkan Winston Churchill lumpuh sebelah kiri. Winston Churchill bersara disebabkan kesehatan pada 5 April 1955 tetapi mengekalkan jabatannya sebagai Chancellor bagi University Bristol.

Pada 15 Januari 1965, Winston Churchill mengalami angin ahmar kedua -evere cerebral thrombosis – yang menyebabkan dia sakit parah. Winston Churchill meninggal sembilan hari kemudian pada 24 Januari 1965. Jasadnya diletakkan di Westminster Hall selama tiga hari dan upacara permakaman negara diadakan di St Paul’s Cathedral. Ini merupakan kali pertama permakaman negara diadakan untuk orang biasa semenjak Arthur Wellesley, 1st Duke of Wellington lebih 100 tahun dahulu. Atas permintaan Winston Churchill, dia dikebumikan di tanah keluarga di Saint Martin’s Churchyard, Bladon, Woodstock, Inggris.

Sumber, Wikipedia
             Buku Sang pengubah Dunia, Gramedia, 2008

Taufiq Ismail – Sastrawan Indonesia

Taufiq Ismail lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada tanggal 25 Juni 1935. Ia adalah seorang sastrawan Indonesia. Dilahirkan di Bukittinggi dan dibesarkan di Pekalongan, ia tumbuh dalam keluarga guru dan wartawan yang suka membaca. Ia telah bercita-cita menjadi sastrawan sejak masih SMA. Dengan pilihan sendiri, ia menjadi dokter hewan dan ahli peternakan karena ingin memiliki bisnis peternakan guna menafkahi cita-cita kesusastraannya. Ia tamat FKHP-UI Bogor pada 1963 tapi gagal punya usaha ternak yang dulu direncanakannya di sebuah pulau di Selat Malaka.

Semasa kuliah aktif sebgai Ketua Senat Mahasiswa FKHP-UI (1960-1961) dan WaKa Dewan Mahasiswa UI (1961-1962).
Di Bogor pernah jadi guru di SKP Pamekar dan SMA Regina Pacis, juga mengajar di IPB. Karena menandatangani Manifesto Kebudayaan, gagal melanjutkan studi manajemen peternakan di Florida (1964) dan dipecat sebagai dosen di Institut Pertanian Bogor. Ia menulis di berbagai media, jadi wartawan, salah seorang pendiri Horison (1966), ikut mendirikan DKJ dan jadi pimpinannya, Pj. Direktur TIM, Rektor LPKJ dan Manajer Hubungan Luar Unilever.

Penerima beasiswa AFS International Scholarship, sejak 1958 aktif di AFS Indonesia, menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Antarbudaya, penyelenggara pertukaran pelajar antarbangsa yang selama 41 tahun (sejak 1957) telah mengirim 1700 siswa ke 15 negara dan menerima 1600 siswa asing di sini. Taufiq terpilih menjadi anggota Board of Trustees AFSIS di New York, 1974-1976.

Pengkategoriannya sebagai penyair Angkatan ’66 oleh Hans Bague Jassin merisaukannya, misalnya dia puas diri lantas proses penulisannya macet. Ia menulis buku kumpulan puisi, seperti Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, Tirani dan Benteng, Tirani, Benteng, Buku Tamu Musim Perjuangan, Sajak Ladang Jagung, Kenalkan, Saya Hewan, Puisi-puisi Langit, Prahara Budaya:Kilas Balik Ofensif Lekra/PKI dkk, Ketika Kata Ketika Warna, Seulawah-Antologi Sastra Aceh, dan lain-lain.

Banyak puisinya dinyanyikan Himpunan Musik Bimbo, pimpinan Samsudin Hardjakusumah, atau sebaliknya ia menulis lirik buat mereka dalam kerja sama. Iapun menulis lirik buat Chrisye, Yan Antono (dinyanyikan Ahmad Albar) dan Ucok Harahap. Menurutnya kerja sama semacam ini penting agar jangkauan publik puisi lebih luas.

English: A portrait of Taufiq Ismail, Indonesi...
English: A portrait of Taufiq Ismail, Indonesian poet. A derivative work of the Public Domain file TaufiqIsmail.jpg at the Wikipedia (Photo credit: Wikipedia)

Taufiq sering membaca puisi di depan umum. Di luar negeri, ia telah baca puisi di berbagai festival dan acara sastra di 24 kota Asia, Australia, Amerika, Eropa, dan Afrika sejak 1970. Baginya, puisi baru ‘memperoleh tubuh yang lengkap’ jika setelah ditulis, dibaca di depan orang. Pada April 1993 ia membaca puisi tentang Syekh Yusuf dan Tuan Guru, para pejuang yang dibuang VOC ke Afrika Selatan tiga abad sebelumnya, di 3 tempat di Cape Town (1993), saat apartheid baru dibongkar. Pada Agustus 1994 membaca puisi tentang Laksamana Cheng Ho di masjid kampung kelahiran penjelajah samudra legendaris itu di Yunan, RRC, yang dibacakan juga terjemahan Mandarinnya oleh Chan Maw Yoh.

Bosan dengan kecenderungan puisi Indonesia yang terlalu serius, di awal 1970-an menggarap humor dalam puisinya. Sentuhan humor terasa terutama dalam puisi berkabar atau narasinya. Mungkin dalam hal ini tiada teman baginya di Indonesia. Antologi puisinya berjudul Rendez-Vous diterbitkan di Rusia dalam terjemahan Victor Pogadaev dan dengan ilustrasi oleh Aris Aziz dari Malaysia(Rendez-Vous. Puisi Pilihan Taufiq Ismail. Moskow: Humanitary, 2004.)

Mendapat Anugerah Seni dari Pemerintah (1970), Cultural Visit Award Pemerintah Australia (1977), South East Asia Write Award dari Kerajaan Thailand (1994), Penulisan Karya Sastra dari Pusat Bahasa (1994). Dua kali ia menjadi penyair tamu di Universitas Iowa, Amerika Serikat (1971-1972 dan 1991-1992), lalu pengarang tamu di Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur (1993).  

Hasil karya Taufik Ismail antara lain:
1. Tirani, Birpen KAMI Pusat (1966)
2. Benteng, Litera ( 1966)
3. Buku Tamu Musium Perjuangan, Dewan Kesenian Jakarta (buklet baca puisi) (1972)
4. Sajak Ladang Jagung, Pustaka Jaya (1974)
5. Puisi-puisi Langit, Yayasan Ananda (buklet baca puisi) (1990)
6. Prahara Budaya (bersama D.S. Moeljanto), Mizan (1995)
7. Ketika Kata Ketika Warna (editor bersama Sutardji Calzoum Bachri, Hamid Jabbar, Amri Yahya, dan Agus Dermawan, antologi puisi 50 penyair dan repoduksi lukisan 50 pelukis, dua bahasa, memperingati ulangtahun ke-50 RI), Yayasan Ananda (1995)
8. Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, Yayasan Ananda (1998)

Beberapa Karya terjemahan:
1. Banjour Tristesse (terjemahan novel karya Francoise Sagan, 1960)
2. Cerita tentang Atom (terjemahan karya Mau Freeman, 1962)
3. Membangun Kembali Pikiran Agama dalam Islam (dari buku The Reconstruction of Religious Thought in Islam, M. Iqbal (bersama Ali Audah dan Goenawan Mohamad), Tintamas (1964)

Sumber, Wikipedia
              biografikecil.blogspot.com
              goesprih.blogspot.com

Enhanced by Zemanta
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.